Labels

Ajaib (105) Akhir Zaman (12) Akuntansi (1) Alam (344) Aneh (896) Anime (19) Asal Usul (175) Cerita (73) Cewek (73) Cowok (37) Design (143) Download (7) Ekonomi (27) Fakta (2346) Fenomena (80) fotografi (74) Games (4) Geografi (53) Gila (92) GO Green (58) Hebat (670) Hewan (262) Ilusi (11) Indah (268) Indonesia (196) informasi (3209) Inspirasi (126) Kamus (2) Kecantikan (79) kesehatan (607) Langka (58) lifestyle (232) Love (3) Lucu (156) Makanan (115) Mantap (448) Menakjubkan (1401) Misteri (64) Mitos (39) Movie (1) Otomotif (59) Parfum (2) Puzzle (19) Rapture (2) Relationship (81) Renungan (27) Resensi (3) Resep (3) Science (190) Seni (93) Serba 10 (443) Sport (99) Teknologi (391) Tips (768) Travel (101) Trik (471) Unik (1072) Wallpapers (1)

Monday, October 3, 2011

“The Raid”, Film Action Indonesia Yang Sukses Mendunia?

  • “The Raid”, Film Action Indonesia Yang Sukses Mendunia?

Apa kamu pernah mendengar nama Gareth Huw Evans? Laki-laki asal Welsh, Inggris, ini adalah seorang sineas muda yang menggaet penonton Indonesia pertama kali dengan film “Merantau”. Ketertarikannya dengan Pencak Silat sepertinya belum benar-benar terpuaskan lewat “Merantau”, sehingga pada tahun ini ia sudah merampungkan “The Raid”, film laga yang mengisahkan tentang dunia kelam kriminal penjualan obat-obatan terlarang. Awalnya, “The Raid” diberi judul “Serbuan Maut”, namun dengan pertimbangan agar lebih mudah diterima oleh pasar internasional, maka dipilihlah judul asing.

Strategi penjudulan asing itu boleh dibilang sukses, melihat dari review positif yang dialamatkan untuk film ini saat diputar pertama kali di ajang Toronto International Film Festival, yang berlangsung 8-18 September 2011 ini. Walaupun mengangkat suatu tontonan full action layaknya film Hollywood, namun Evans sebagai sutradara nggak kehilangan arah untuk tetap menempatkan unsur Pencak Silat sebagai garis besar, sehingga di manapun film ini nanti diputar, akan bisa dikenali bahwa ini berasal dari Indonesia. Memang masih nggak mungkin menemukan orisinalitas dari sebuah film, karena biar bagaimanapun Evans pasti mendapatkan pengaruh menonton fim besutan orang lain. Seperti kesamaan yang bisa ditemukan dari “The Raid” ini, yaitu sentuhan serupa dari film “Assault on Precinct” dan “Big Trouble in Little China”, keduanya karya sutradara senior asal Amerika, John Carpenter, dimana Evans “mengawinkan” genre Barat dengan unsur tradisional setempat.

Unsur lain yang membuat film ini seperti “sekuel” “Merantau” adalah pemilihan aktor yang beberapa orang sudah bermain di film tersebut. Nama Iko Uwais, yang menjadi pelakon utama di “Merantau” dulu, di “The Raid” kembali menjadi figur terdepan sebagai Rama. Donny Alamsyah dan Yayan Ruhian, yang dulu juga tergabung dalam produksi “Merantau”, kini pun mendapat peran di “The Raid”. Ketiga nama di atas seperti meyakinkan penonton, apalagi yang sudah pernah menonton “Merantau”, bahwa mereka mempunyai keahlian bersilat yang mumpuni dan ditunjang dengan postur tubuh yang meyakinkan.

Memang masih terlalu dini untuk yakin sepenuhnya bahwa film ini akan berhasil, karena tanggal rilis yang ditetapkan sampai sejauh ini adalah Januari 2012. Tapi, bila mengetahui bahwa Mike Shinoda, personil band Linkin Park, adalah yang bertanggung jawab untuk scoring film ini, tampaknya Evans memang sangat serius untuk menjadikan film ini sukses secara internasional, nggak hanya di kawasan Nusantara. Evans sendiri, walaupun sama sekali bukan orang Indonesia, telah menikahi perempuan Indonesia campuran Jepang dan tampaknya memang menemukan cinta terdalamnya pada kebudayaan Indonesia, sehingga terciptalah “The Raid” yang sangat Indonesia ini.

No comments:

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails

Entri Populer