Labels

Ajaib (105) Akhir Zaman (12) Akuntansi (1) Alam (344) Aneh (896) Anime (19) Asal Usul (175) Cerita (73) Cewek (73) Cowok (37) Design (143) Download (7) Ekonomi (27) Fakta (2346) Fenomena (80) fotografi (74) Games (4) Geografi (53) Gila (92) GO Green (58) Hebat (670) Hewan (262) Ilusi (11) Indah (268) Indonesia (196) informasi (3209) Inspirasi (126) Kamus (2) Kecantikan (79) kesehatan (607) Langka (58) lifestyle (232) Love (3) Lucu (156) Makanan (115) Mantap (448) Menakjubkan (1401) Misteri (64) Mitos (39) Movie (1) Otomotif (59) Parfum (2) Puzzle (19) Rapture (2) Relationship (81) Renungan (27) Resensi (3) Resep (3) Science (190) Seni (93) Serba 10 (443) Sport (99) Teknologi (391) Tips (768) Travel (101) Trik (471) Unik (1072) Wallpapers (1)

Tuesday, August 13, 2013

Rutin Donor Darah Bikin Tubuh Sehat

Rutin Donor Darah Bikin Tubuh Sehat
Pada dasarnya donor darah sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup orang lain. Terutama bagi para penderita thalasemia, hemofila juga para ibu yang melahirkan karena pendarahan.
 
Namun, beberapa orang masih merasa ragu untuk mendonorkan darahnya. Dilansir dari Prodia, hal ini disebabkan antara lain karena masih banyak masyarakat yang terkontaminasi dengan mitos donor darah (penularan penyakit, donor darah menyebabkan tekanan darah menjadi rendah, dan lain sebagainya).
 
Tahu tidak, dengan rutin mendonorkan darah, selain beramal membantu sesama, Facters juga mendapatkan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh Anda sendiri, seperti:
 
1. Regenerasi darah
Praktisi kesehatan Universitas Indonesia, dr Irene Ratna menyebutkan bahwa sel darah manusia pun memiliki usia. Sel darah yang sudah berakhir di dalam tubuh berakhir di ginjal, limfa, dan liver.

Sehingga dengan donor darah, maka sebelum sel darah rusak, akan ada proses regenerasi sel darah regenerasi yang baru. Apalagi jika dilakukan rutin selama tiga bulan.

Dikutip dari okezone, “Ada sel - sel yang baru pada seluruh tubuh, sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen bisa membuat tubuh menjadi lebih segar, dari ujung rambut sampai ujung kaki, jarang dan tak rentan kena penyakit, lebih kuat beraktifitas, dan bisa lebih awet muda, begitu juga sel darah putihnya,” ujar dr Irene.
 
2. Turunnya kadar besi
Besi mempengaruhi seberapa tebal dan lengket tekstur darah. Kadar besi yang tinggi menyebabkan darah menjadi lebih kental.
 
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the National cancer Institute juga menyebutkan, rutin mendonorkan darah bermanfaat menstabilkan kadar zat besi dalam darah, sehingga menekan risiko terkena kanker serta kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh.
 
Kadar zat besi yang tinggi juga mempercepat proses oksidasi kolesterol. Hal ini dapat mempengaruhi konsistensi darah dan menciptakan risiko gesekan aliran darah melalui pembuluh. Karenanya, semakin tinggi kadar zat besi, semakin tinggi risiko keausan pada lapisan pembuluh arteri, hingga bisa berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular.
 
Studi terhadap 2.682 orang di Finlandia, Inggris menyebut, Pria dan Wanita (usia 43 - 61 tahun) yang rutin mendonorkan darah setiap enam bulan sekali, berisiko 88 persen lebih kecil terkena serangan jantung dan stroke.
 
3. Menurunkan berat badan
Manfaat lain dari mendonorkan darah adalah membakar sejumlah besar kalori. Setelah menyumbangkan darah, tubuh menggantikan darah sejumlah volume yang hilang dalam waktu 48 jam, dan menggantikan sel darah merah dalam waktu empat sampai delapan minggu.
 
The University of California di San Diego memperkirakan bahwa untuk setiap satu liter darah yang disumbangkan, 650 kalori terbakar saat tubuh menggantikan (memproduksi) darah baru.  
 
4. Membuat tubuh tidak mudah lelah
Terutama bagi kaum Pria yang tidak memiliki siklus menstruasi. Dengan mendonorkan darahnya secara rutin, tentu akan sangat bermanfaat.

dr Irene menambahkan, “Dua - duanya penting baik Pria maupun Wanita, karena Wanita juga kan ada yang pakai KB enggak menstruasi, atau ada yang menstruasi hanya dua hari.”
 
5. Kesehatan diperiksa secara teratur
Para pendonor dapat pula memeriksakan kesehatan secara teratur dan pastinya gratis, karena setiap akan didonor, darahnya akan diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi kesehatannya, yang meliputi: tekanan darah, nadi, suhu, tinggi dan berat badan, hemoglobin, penyakit dalam, penyakit hepatitis A dan C, Penyakit HIV / AIDS.
 
Nah, banyak kan manfaat yang bisa Facters dapatkan dari mendonor darah. So, tunggu apalagi, yuk donorkan darah Facters secara rutin (3 bulan sekali)...
 
http://www.areadewasa.com/article/health/rutin-donor-darah-bikin-tubuh-sehat/

Tahukah Anda Cara Mengetest Jantung Sehat ?

Untuk mengetahui kerja jantung masih bagus atau tidak, peneliti punya tips mudah yaitu cukup dengan menyentuh ujung jari kaki. Jika tubuh Anda masih fleksibel untuk meraih jari kaki, berarti jantung Anda masih cukup sehat.

Dalam jurnal Heart and Circulatory Physiology disebutkan bahwa dengan mengetes salah satu elemen tubuh (jari kaki), seseorang bisa tahu jantungnya masih sehat atau tidak, bahkan di tengah-tengah liburan sekalipun.

Caranya mudah, cukup dengan duduk di lantai dengan kaki diluruskan ke depan dan jari kaki mengarah ke atas. Setelah itu cobalah menjangkau dan menyentuh ujung jari kaki dengan tangan. Jika Anda cukup fleksibel untuk menyentuh jari kaki artinya jantung Anda masih sehat dan fleksibel juga.

Dalam studinya, peneliti dari University of North Texas dan beberapa peneliti Jepang merekrut 526 partisipan antara umur 20 hingga 83 tahun. Partisipan kemudian mengikuti tes fleksibilitas tubuh sambil diukur tekanan darah, pembuluh arteri dan aktivitas jantungnya.

Hasilnya, peneliti menemukan korelasi antara tubuh yang tidak fleksibel dengan pembuluh arteri yang tidak fleksibel, terutama pada partisipan di atas umur 40 tahun.

Mereka yang gagal dalam tes fleksibilitas tubuh dan gagal mencapai ujung jari kaki ternyata memiliki pembuluh darah yang kaku, dan artinya kemampuan jantung menjadi kurang baik, efisien dan risiko penyakit jantung pun meningkat.

Peneliti Jepang Dr Yamamoto mengatakan, meski teori antara hubungan otot punggung dan kaki dengan otot di dekat jantung masih samar-samar, tapi dengan adanya studi ini cukup membantu.

Kekakuan otot punggung, kaki dan pembuluh jantung yang saling berhubungan tersebut dikarenakan komposisi kolagennya yang sama.

"Jika Anda bisa menyentuh jari kaki saat duduk lurus, jantung Anda berarti masih cukup baik. Tapi jika tidak bisa, mungkin Anda perlu mendatangi kardiolog," ujar Dr Yamamoto, seorang peneliti Jepang seperti dikutip dari New York Times.

Namun Yamamoto menyebutkan tidak selamanya otot kaku adalah pertanda penyakit jantung, hanya mungkin jantungnya kurang fit dan sehat saja dari yang seharusnya. 


http://www.taukahanda.com/tips/62-tahukah-anda-cara-mengetest-jantung-sehat-

Kenapa Kalau Tidur, Kita Bisa 'Ngiler'?

apa itu ngilerr???
 
Spoilerfor ngiler:
Mengiler disebut juga dengan sialorrhea, yaitu suatu kondisi yang dialami oleh jutaan orang dalam tidurnya setiap malam. Hal ini terjadi ketika seseorang bermimpi atau saat istirahat.

Quote:


Apa sih sebabnya agan ngilerr????
 
Spoilerfor sebab ilerr:
salah satu penyebab dari kondisi mengiler saat tidur adalah akibat mulut yang kering sehingga memicu produksi air liur berlebih.

Quote:
waahhhhh.... basah basah...


Selain itu ada juga beberapa kondisi lain, yaitu:
 
Spoilerfor sebab iler 1:
Tidur dengan mulut terbuka. Tidur dengan kondisi seperti ini menyebabkan mulut kering lebih cepat karena kelembaban dari mulut hilang. Hal ini memicu air liur yang ada di dalam mulut untuk keluar, sehingga membuat orang mengiler.

Spoilerfor sebab iler 2:
Efek samping dari obat yang dikonsumsi. Beberapa obat terkadang memiliki efek samping seperti mulut kering atau menyebabkan adanya gangguan pada kelenjar yang bertugas memproduksi air liur.

Spoilerfor sebab iler 3:
Adanya masalah pada gigi, seperti infeksi pada gigi atau gusi orang tersebut yang mempengaruhi air liur.

Spoilerfor sebab iler 4:
Memiliki anatomi mulut yang tidak normal, seperti lidah yang terlalu besar, gigi yang terlalu rapat atau pembesaran kelenjar limpa.

cara ngatasin iler
Spoilerfor atasin iler:
Untuk mengatasinya seseorang harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab ia mengiler saat tidur. Cara terbaik untuk mengurangi kondisi ini adalah dengan menghindari posisi tidur miring, karena posisi ini akan mendorong rahang untuk terbuka sehingga menyebabkan mulut terbuka saat tidur.

Jika penyebabnya adalah kondisi medis, maka tak ada salahnya untuk konsultasikan dengan dokter. Jika jumlah air liur yang dikeluarkan memang berlebihan, maka dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi jumlah air liur yang dihasilkan oleh kelenjar. Namun pemberian obat ini harus atas resep dokter karena bisa menyebabkan dehidrasi.


smoga info ini bermanfaat facters.... :)


http://www.taukahanda.com/tips/63-kenapa-kalau-tidur-kita-bisa-ngiler

5 Mitos yang Keliru Tentang Sifat Jenius

Quote:Anda adalah Apa yang Anda Pikirkan.

Quote:Sifat Jenius secara tradisional dilingkupi oleh sejumlah mitos yang menyesatkan. Mungkin orang-orang terintimidasi atau bahkan takut terhadap konsep jenius. Apapun dan bagaimanapun alasannya, mitos ini perlu diungkap, dibongkar dan dibuang jauh-jauh dari pemikiran kita.

(Albert Einstein, ikon jenius)


Spoilerfor Mitos 1:
"PARA JENIUS MEMANG TERLAHIR"

Ide ini sangat lazim, namun tidak benar. Mengapa? Genetika memang mempengaruhi hidup kita, tetapi tidak sepenuhnya menentukan hidup kita. Jika mitos ini benar, mengapa kita tidak memenjarakan saja anak para pembunuh massal sejak mereka dilahirkan? Dunia barangkali akan jauh lebih efisien dan kurang kacau -dan kurang menarik- jika orang bisa diklasifikasikan begitu mudahnya. Pendidikan, pengaruh sosial dan lingkungan, pengalaman, ini sama pentingnya dengan warisan genetik. Bahkan dengan materi genetik terbaik sekalipun, tanpa ada pengaruh sosial yang positif dan keterampilan-keterampilan yang dipelajari, seseorang tidak bisa mencapai kondisi jenius.

Frasa "Para jenius memang Terlahir" digunakan sebagai suatu pembenaran untuk "KEMALASAN", sebuah alasan untuk tidak bekerja keras. Kenyataannya, kita semua terlahir lemah dan butuh bantuan. Bayi akan meninggal bila ditinggalkan tanpa perawatan selama seminggu. Disisi lain, bayi akan tersenyum bahagia dan tumbuh pesat bila dirawat secara layak. Para jenius dibentuk oleh orang-orang yang mencintainya: ibu, ayah, kakek-nenek, dan orang-orang dewasa lainnya yang menghabiskan hidupnya sembari berbagi tujuan, kebijaksanaan serta cintanya dengan sang cahaya dunia masa depan.

Spoilerfor Mitos 2:
"PARA JENIUS SUDAH TERLIHAT SEJAK MASA KANAK-KANAKNYA"

Mitos ini muncul dari pencampur-adukan gagasan tentang prodigy dan jenius. Mitos ini menyiratkan bahwa apabila seseorang anak tidak dikenali sebagai jenius di masa kanak-kanaknya, maka dia bukanlah seorang jenius. Sebenarnya, prodigy-lah yang dikenali dimasa kanak-kanaknya, prodigy adalah seorang individu yang menunjukkan hasil-hasil setingkat orang dewasa dimasa kanak-kanaknya. Jenius itu berbeda.

  • Albert Einstein, yang belum bisa bicara sampai berusia tiga tahun, dulunya adalah seorang dyslexic (penyakit dyslexia-penyakit tidak mampu membaca dikarenakan adanya cacat otak) yang mengalami banyak sekali kesukaran semasa dia bersekolah.
  • Pablo Picasso, baru berhasil menyelesaikan sekolahnya dengan ayahnya didampingi ayahnya yang duduk didekatnya selama mata pelajaran di kelas.
  • Thomas Alfa Edison, beberapa kali mendapat nilai C (dibawah 60) untuk mata pelajaran fisika.
  • Robert Frost, menerbitkan buku pertamanya di usia tiga puluh delapan tahun.
  • Peter Roget, menciptakan kamus Thesaurus-nya yang terkenal setelah dia pensiun di usia tujuh puluh tahun.
  • Michailo Lomonosov, pendiri Universitas Moscow pernah dianggap buta huruf karena ketika itu dia dia tidak bisa membaca dalam bahasa Yunani dan Latin. Pada usia sembilan belas tahun, ketika dia datang ke Moscow dari sebuah desa yang jauh diwilayah utara "untuk belajar", dia terlebih dahulu harus menjalani Sekolah Dasar. bayangkan, di Indonesia, siswa Sekolah Dasar kelas 1 berumur 7 tahun, sedangkan Lomonosof berumur 19 tahun!


Bisakah orang dimasa Edison dan Einstein bersekolah memperkirakan bahwa kedua orang ini adalah calon jenius masa depan??
Apakah ada di antara anak-anak berusia tujuh tahun yang menertawakan dan mengejek Lomonosov yang berusia sembilan belas tahun, ataupun para guru yang tersenyum masam kepadanya, pernah mengira bahwa mereka ketika itu sedang MENGHINA calon pendiri sains Rusia modern, "Universitas Satu Orang"??
TIDAK !

Dengan mempertimbangkan ini semua, akankah seseorang berani untuk meramalkan dimasa kini bahwa anak ataupun orang dewasa tertentu ini atau itu tidak akan menjadi seorang jenius ditahun-tahun mendatang? Untuk itu, marilah kita secara sadar merubah pernyataan, "Para jenius sudah terlihat sejak masa kanak-kanaknya", dan mempromosikan sebuah pernyataan baru, "Marilah kita mengenali seorang Jenius dalam setiap anak dan setiap orang."

Spoilerfor Mitos 3:
"PARA JENIUS ADALAH ORANG-ORANG UNGGUL YANG BERBAKAT DALAM SEGALA HAL"

Ya, memang ada jenius-jenius seperti Leonardo da Vinci, Johan Wolfgang von Goethe, Benjamin Franklin, dan Lomonosov yang dianggap abadi baik dalam sains maupun seni. Tetapi ada begitu banyak yang lainnya, Ludwig Van Beethoven yang tuli, Braille dan Hellen Keller yang buta, yang secara meyakinkan menunjukan bahwa orang-orang yang tampaknya berada diluar batas pinggir sekalipun bisa menjadi jenius, apalagi anak yang berkembang secara normal atau bahkan anak yang berbakat seperti anda. Jadi, setiap anak dan setiap orang BISA MENJADI JENIUS. Sejarah menunjukkan bahwa setiap anak dan setiap orang memiliki peluang, peluang untuk bisa menjadi jenius.



Spoilerfor Mitos 4:
"PARA JENIUS ITU KEBETULAN"
Sudut pandang ini berasal dari serendipitas, yakni ilmu tentang penemuan-penemuan secara kebetulan. Sebagai contoh,
Wilhelm Roentgen menemukan radioaktivitas ketika dia dengan agak ceroboh meninggalkan beberapa materi di film yang dibungkus dengan kertas hitam. Dia secara kebetulan mengembangkannya, dan menemukan bintik-bintik putih yang aneh di film yang dikembangkan itu. Itu berarti terdapat beberapa sinar yang tidak dikenal (sinar X) sedang menerobos kertas hitam yang biasanya tidak diterobos sinar-sinar biasa. Orang bisa mengatakan bahwa Roentgen beruntung, tetapi orang lainnya belum tentu menganggap ini sebagai penemuan yang bersifat kebetulan.

Pertimbangkanlah hal berikut ini,
Seberapa seringkah kejadiannya seorang normal bekerja dengan bahan-bahan radioaktif, dan punya film didekatnya, bahkan untuk membuat satu kesalahan seperti itu sekalipun? Roentgen adalah seorang peneliti. Dia memang akan sampai pada penemuan itu; entah lebih awal satu hari, atau satu hari sesudahnya-ini pasti terjadi. Apalagi, pada masa itu penelitian berlangsung di banyak laboratorium; kalau bukan Roentgen, maka seorang yang lain pasti akan membuat penemuan "kebetulan" yang kurang-lebih sama. Akhirnya, orang-orang lainnya yang kurang siap untuk penemuan itu atau tidak cukup cerdas untuk melihatnya sebagai suatu penemuan, mungkin akan mengatakan bahwa film itu buruk, dan tidak akan menghubungkan bintik-bintik putih di film tersebut dengan sinar-sinar aneh yang menerobos itu.

Orang jenius adalah para pencari yang tekun, mereka berada digaris depansepanjang waktu, itulah sebabnya mengapa mereka tampaknya selalu hadir pada saat yang tepat.


Spoilerfor Mitos 5:
"PARA JENIUS ITU GILA"

Diantara 4 mitos yang telah disebutkan diatas, mitos ke 5 adalah mitos yang paling populer dan terikat dengan kuat disetiap kepala anak adam (terutama di Indonesia). Dan mitos ke 5 ini adalah mitos penghambat utama mengapa seseorang harus berpikir dua kali untuk menjadi jenius, mereka takut dianggap gila.

Jenius itu dapat melingkupi beberapa aspek, tidak hanya jenius akademik, tetapi ada jenius musik, jenius fisik, dan jenius visual.

Saya bisa juga menambahkan bahwa seringkali BUKAN SI JENIUS YANG GILA, MELAINKAN MASYARAKATNYA. Gallileo disiksa dan dan dipaksa untuk secara resmi menanggalkan pandangan-pandangan "Bid'ah"-nya agar bisa bertahan hidup, dan pandangan itu adalah tentang bumi yang berputar. Tomaso Campanella secara diam-diam menulis utopianya (City of the Sun) di atas potongan-potongan kertas saat ia dipenjara selama bertahun-tahun; mengapa ia dijebloskan di penjara tidak lain karena dia berani berpikir tentang sebuah masyarakat masa depan dimana semua orang setara. Socrates diadili, dijatuhi vonis, dan dihukum mati hanya karena pembicaraannya dengan pemuda di pasar.

Ini menunjukkan bagaimana masyarakat-masyarakat masa lalu (yang sering kali gila) menentang masa depan. Albert Einstein, sebagai contoh yang lebih kontemporer, cukup beruntung eksis di suatu masyarakat yang sudah lebih beradab, karena kalau tidak dia bisa saja mengalami nasib yang sama.

Jadi secara garis besar, para Jenius memiliki peluang yang sama untuk berakhir di rumah sakit jiwa seperti halnya orang-orang lain di dunia ini. Namun demikian ada tetapi-nya yang ini sangat penting: Orang jenius akan dikenang. Orang yang bukan jenius, dan berakhir di rumah sakit jiwa, hanya akan menjadi bagian dari statistik medis.

Quote:
Seperti anda lihat, banyak mitos melingkupi ide tentang jenius. Untuk menjadi jenius, ABAIKANLAH mitos-mitos itu. Kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan itu menghambat kita untuk mencapai potensi-potensi kita sepenuhnya. Mitos-mitos itu memungkinkan kita menjadi malas; mitos tersebut mengatakan kepada kita bahwa orang-orang akan menganggap kita gila jika kita mengemukakan ide-ide baru yang menantang; mitos tersebut mengatakan kepada kita bahwa kita akan menjadi orang-orang yang terusir mitos tersebut mengatakan kepada kita bahwa sudah terlambat bagi kita untuk menjadi jenius.


SEMUA ITU SALAH !

Kini setelah anda bebas dari mitologi menyesatkan yang melingkupi ide tentang jenius, mari kita jangan berhenti untuk mengungkap jenius di dalam diri masing-masing !


SUMBER asli http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000009479432
Related Posts with Thumbnails

Entri Populer