Labels

Ajaib (105) Akhir Zaman (12) Akuntansi (1) Alam (344) Aneh (896) Anime (19) Asal Usul (175) Cerita (73) Cewek (73) Cowok (37) Design (143) Download (7) Ekonomi (28) Fakta (2345) Fenomena (80) fotografi (74) Games (4) Geografi (53) Gila (92) GO Green (58) Hebat (669) Hewan (262) Ilusi (11) Indah (268) Indonesia (197) informasi (3209) Inspirasi (126) Kamus (2) Kecantikan (79) kesehatan (607) Langka (58) lifestyle (232) Love (3) Lucu (156) Makanan (115) Mantap (448) Menakjubkan (1400) Misteri (64) Mitos (39) Movie (1) Otomotif (59) Parfum (2) Puzzle (19) Rapture (2) Relationship (81) Renungan (27) Resensi (3) Resep (3) Science (190) Seni (93) Serba 10 (442) Sport (99) Teknologi (391) Tips (768) Travel (101) Trik (471) Unik (1072) Wallpapers (1)

Saturday, May 21, 2011

Kado untuk Samuel (Inspirasi)

“Mengasihi artinya berbagi kebahagiaan dan berkorban demi kebahagiaan orang yang kita kasihi”

Dewa Klasik Alexander


“Aku menemukan sisi lain dari keindahan dunia ini saat mengenalmu dan ketika aku kehilangan dirimu, engkau menjadi inspirasi bagiku.”

Dewa Klasik Alexander

12926784181062922423

12915650891304406632

Aku meneguk sisa es teh tawar yang masih tersisa di gelasku. Ketika aku masih menikmatinya ekor mataku menangkap sosok anak laki-laki yang memperhatikanku. Matanya menatapku. Sebuah tatapan yang menusuk ke dalam hatiku. Tatapan yang penuh iba. Aku meletakkan gelas yang hanya menyisakan es batu yang masih membeku.

“Bu, anak kecil yang duduk di pinggir jalan itu siapa ya?” tanyaku penasaran kepada pemilik warung sambil memandang anak laki-laki tersebut.

“Ow… Duh, kasihan tuh anak, bang!”

“Kasihan kenapa, bu?”

“Sudah seminggu bapanya meninggal gara-gara sakit. Ibunya sih meninggal pas melahirkan dia. Dia ngga punya keluarga lagi. Sekarang sih dia tidur di mana saja karena di usir dari kontrakan.”

“Begitu ya, bu!”

Selesai membayar es teh tawar yang aku pesan. Aku menghampiri anak laki-laki yang hanya mengenakan pakaian kumal tanpa alas kaki. Entah sudah berapa lama dia tidak mengganti pakaiannya.

Semakin aku mendekatinya semakin jelas kelihatan kalau tubuhnya tidak terurus. Dia terus menatapku sampai aku duduk di sampingnya.

“Nama kamu siapa dek?” tanyaku dengan nada bersahabat sambil mengukir sebuah senyuman.

“Aku lapar, kak!” ucapnya sambil memegang perutnya.

Aku mencoba mengingat uang yang masih tersisa di saku dan dompetku. Hanya ada selembar sepuluh ribuan dan dua koin lima ratus.

“Nanti kakak belikan kamu makanan. Tapi nama kamu siapa?” Sekali lagi aku menanyakan namanya.

“Benar kak? Serius? Kakak ngga bohongkan?”

“Iya. Ngapain bohong? Tapi nama kamu siapa?”

Aku melihat senyuman manisnya yang memancarkan barisan giginya yang tersusun rapi tapi berwarna kuning karena tidak pernah disikat.

“Namaku Samuel Lie. Dipanggilnya Samuel. Kalau kakak?”

“Dewantara, panggil saja kak Tara!”

Dia mengulurkan tangannya lalu kusambut. Sebuah jabatan salam perkenalan yang hangat. Terasa kalau tangannya penuh dengan debu ketika tanganku bersentuhan dengan tangan munggilnya. Kukunya yang panjang menyembunyikan daki berwarna hitam di setiap kuku jarinya.

“Yuk, kita makan.”

“Di mana kak?”

“Tuh ada warteg!” ucapku sambil menunjuk sebuah warteg.

Dengan langkah semangat Samuel memegang tanganku dan menuntunku ke warteg tersebut. Wajah murungnya berubah menjadi ceria.

Aku hanya memandangnya dengan mata yang hampir copot. Lahap sekali anak ini makan. Kurang dari lima menit, makanan yang aku pesan sudah tidak tersisa lagi. Sampai menjilat jarinya segala.

“Terima kasih ya, kak!” ucapnya dengan malu-malu.

“Sama-sama,” balasku terharu meski aku tahu jatah makan malamku sudah tidak ada lagi.

*****

Aku manatap Samuel yang tidur terlelap yang hanya beralaskan koran dan tumpukan baju di kosku yang hanya berukuran 2×1,5 meter. Masih terngiang pembicaraan antara aku dengan Samuel sebelum dia terlelap.

“Aku panggil kakak dengan sebutan Ko Dewa ya?”

Aku menatapnya dengan keheranan di antara terang yang dipancarkan lilin kecil. Anehkan? Kos yang aku tinggali hanya seratus ribu sebulan. Tanpa listrik dan tanpa kamar mandi. Jadi kalau mau mandi harus ke WC umum. Itu pun harus bayar. Suara kereta api yang lewat persis di depan kosku sudah menjadi musik tersendiri bagiku. Kata orang ada harga, ada mutu. Seperti itulah gambaran kos di pinggiran rel kereta api.

“Dulu aku punya koko.”

“Trus koko kamu di mana sekarang?”

Hening. Sunyi. Bisu.

“Koko… Koko meninggal karena sakit sama seperti papa. Namanya Ko Daniel.”

Kembali kesunyian mencekam.

“Ngga apa-apakan kalau aku manggil kakak dengan panggilan Ko Dewa?”

Aku berusaha untuk tersenyum, “panggil saja Ko Tara, ya?”

“Oklah kalau begitu.”

Aku tertawa dengan tingkah lakunya yang masih polos.

Karena lelah Samuel langsung tidur terlelap. Sementara aku berusaha menutup mataku diantara suara perutku yang berbunyi karena kelaparan.

*****

12915651631596054007

“Koko pengen punya toko sendiri,” celotehku ketika mengajaknya ke tempatku bekerja. “Ngga perlu besar, yang penting milik sendiri.”

“Kenapa ngga jadi koki saja?”

“Koki?”

“Iya. Bisa makan sepuasnya. Kita makan ya ko?”

“Kamu lapar?”

“Lapar setengah mati.”

“Tapi uang koko tinggal seribu rupiah. Cuma bisa beli gorengan.”

Samuel hanya menatapku.

“Kamu disini ya, koko beliin kamu gorengan dulu.”

“Iya ko.”

Aku berlari untuk membeli dua potong pisang goreng. Begitu kembali, mata Samuel berbinar-binar ketika menerima dua potong pisang goreng.

“Ini untuk aku dan ini untuk koko,” ucapnya sambil menyerahkan sepotong pisang goreng.

“Untuk kamu saja ya!”

“Ngga mau! Koko kan belum makan apa-apa dari semalam?”

Dengan berat hati aku memakannya juga.

Setelah itu aku langsung melakukan tugasku ketika tiba di toko. Membuka toko, lalu membersihkannya, melayani pembeli dan kemudian menutupnya. Gajinya sih cukup untuk bayar kos, makan, kebutuhan sehari-hari dan biaya transportasi. Tapi beruntung Ko Willy, si empunya toko berbaik hati mengizinkan aku memakai komputernya untuk jualan online. Aku menjual tas yang ada di toko Ko Willy di blogku yang kuberi kamarsolusi.com. Keuntungannya memang sedikit. Tapi aku percaya, setia dalam hal yang kecil maka Tuhan akan mempercayakan hal yang lebih besar lagi.

“Nanti kalau ada yang beli tas sama koko, nanti koko traktir kamu di KFC.”

“Wow! Samuel doain semoga laku. AMIN”

Aku hanya tersenyum. Apa lagi melihat tubuhnya sudah bersih. Meski baju yang dikenakannya kebesaran.

Aku belum bisa membelikan Samuel baju sehinga mau ngga mau dia harus memakai pakaianku.

*****

“Kamu sikat gigi pakai garam ya?”

Samuel menatapku dengan kebingungan.

“Odolnya habis. Koko belum bisa beli.”

“Ow.”

“Begini caranya…” ucapku lalu mengambil garam dengan telunjuk tanganku dan menggosokkannya ke gigiku.

“Asin ko!”

Aku tersenyum meski hatiku perih.

“Yah iyalah masa manis.”

*****

12915651891207257977

“Badanmu panas,” keluhku bingung ketika tanpa sengaja menyentuh tubuhnya. “Kamu sakit ya?”

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut munggil Samuel yang merah. Dahinya berkerut dan bibirnya mendesah menahan sakit.

Sementara di luar kos, gerimis mulai turun.

Tubuh Samuel kedinginan. Tidak ada jaket atau selimut. Aku berusaha menghangatkan tubuhnya dengan menempelkan beberapa baju ke seluruh tubuhnya.

“Kita ke dokter ya?” usulku, meski aku sendiri tidak yakin mendapat pertolongan tanpa uang yang cukup. Orang miskin dilarang sakit! Kalau berobat harus pinjam sana-sini buat biaya berobat. Setelah sembuh kerja keras lagi buat bayar hutang.

Aku semakin bingung ketika Samuel tidak menjawab. Dia hanya mengerang dengan mata tertutup rapat.

Aku menggendong tubuh Samuel dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Entah kenapa aku takut kehilangan Samuel. Meski baru dua minggu mengenalnya. Rasanya seperti terjalin ikatan batin yang kuat diantara kami.

Sehari tanpa ocehan Samuel rasanya ada yang aneh. Pertanyaan-pertanyaan sering terlontar dari mulutnya hingga kadang aku kewalahan menjawabnya.

“Woi, mau ke mana loe?” sergah satpam rumah sakit ketika melihatku. “Enak saja main masuk!”

“Adik saya sakit, pak?”

Satpam tersebut memandangku dan Samuel berkali-kali. Mungkin dia bingung, aku yang pribumi memiliki adik yang keturunan Tionghoa.

“Bawa saja ke rumah sakit lain. Di sini bayarnya mahal. Ngga terima pasien kayak begini!”

Ya Tuhan? Apa rumah sakit ini hanya menerima pasien yang menaiki mobil mewah yang bisa di rawat di sini? Sementara orang miskin sepertiku tidak diterima?

Ketika satpam tersebut mengarahkan mobil mewah untuk mendapatkan parkir aku langsung menerobos masuk. Aku tetap nekat untuk masuk. Apa pun akan aku lakukan untuk Samuel. Satpam tersebut hanya pasrah dengan sikapku. Aku tidak menghiraukan tatapan orang yang melihatku basah kuyup tanpa alas kaki. Sandal nyang kupakai tadi putus. Mungkin sudah waktunya untuk diganti.

Aku tidak menghiraukan tatapan orang yang memandangku. Dinginnya AC menusuk hingga tulang sum-sumku.

*****

12915652261633796255

Empat hari kemudian.

“Hemofilia?” tanyaku kaget.

“Penyakit gangguan pembekuan darah dan diturunkan oleh melalui kromosn X,” ucap dokter muda yang cantik perawakannya memberiku penjelasan.

Aku menggagumi kecantikannya.

“Tapi selama ini tidak ada keanehan yang saya temui, seperti pendarahan yang terus menerus atau terjadi benturan pada tubuhnya yang mengakibatkan kebiru-biruan. Kalau boleh tahu, Samuel mengidap hemofilia A atau Hemofilia B, dok?”

“Begitu ya? Hemofilia B.”

Aku terdiam.

“Tidak hanya itu, hasil pemeriksaan menyatakan kalau dia juga positif HIV.”

Aku berdiri seperti patung. Samuel yang masih berumur enam tahun mengidap HIV? Ayah atau ibunyakah yang menularkan? Atau karena dia pernah menjalani transfusi darah dan ternyata Human Immunodeficiency Virus lolos dalam transfusi darah yang dijalanninya.

Kini aku tahu, kenapa tidak ada satu pun keluarganya yang mau menampungnya yang sebatang kara. Mungkin ayahnya meninggal karena HIV juga. Entahlah.

Aku menatap wajah pucat Samuel yang terbaring lemah dengan infus yang terpasang ditubuhnya. Selama Samuel di rawat tidak ada satu pun kata keluh kesah yang keluar dari mulutnya.

Masih jelas tergambar di memoriku pembicaraan kami berdua ketika mengajaknya makan di KFC di salah satu mal di bilangan Jakarta Barat.

“Samuel pengen kado natal!” Ungkap Samuel tiba-tiba begitu melihat nuansa natal yang menghiasi setiap penjuru mal.

“Mau kado apa?”

“Cuma pengen boneka Tazmania.”

“Nanti koko belikan kalau koko sudah punya duit. Beberapa harri ini belum ada tas yang laku. Nanti koko belikan boneka Tazmania yang gede.”

“Yang kecil juga ngga apa-apa kok.”

“Tapi jangan lupa berdoa ya.”

“So, pasti!”

Malamnya sebelum beranjak tidur, kembali dia mengutarakan keinginannya.

“Koko pasti belikan buat kamu. Berharap sebelum natal banyak tas yang laku.”

“Amin!” teriaknya memecah kesunyian malam.

Hatiku miris, seharian aku dan Samuel hanya minum air kran. Tidak ada duit yang tersisa.

“Maafkan koko, Samuel,” bisikku dalam hati sambil mengusap kepalanya.

Menit berikutnya.

Dia mengajakku berdoa. Biasanya aku yang mengajaknya.

“Tuhan… Berkati Ko Tara ya. Berkati pekerjaannya dan usaha on…”

“Online.” timpalku yang mengetahuinya kesulitan menyebut kata tersebut.

“Usaha onlinenya. Berkati juga bloknya.”

Aku tersenyum ketika dia menyebut kata blog dengak pemakaian huruf K dibelakangnya.

“Nama blognya apa ko?”

“Kamarsolusi dot com,” ucapku dengan perlahan-lahan.”

“Berkati kamarsolusi dot kom ya Tuhan. Biar banyak orang yang diberkati.”

Aku terharu. Aku meneteskan air mataku.

*****

“Ko, aku mau pulang saja!”

“Kenapa sayang? Di sinikan enak? Ngga kayak di kos koko.”

“Tapi aku kasihan koko harus berhutang untuk bayar semuanya.”

Diam. Sesak.

“Kamu jangan pikirkan itu ya, sayang. Tuhan pasti cukupkan semuanya.”

Tidak ada pilihan selain meminjam uang dengan Ko Willy dengan jaminan gajiku di potong setengah dari seharusnya aku terima setiap bulan.

Sebatang kara seperti ini tidak bisa berharap pertolongan kepada keluarga. Ah, betapa indahnya kalau masih memiliki keluarga. Teman? Ini Jakarta. Uang ngga jatuh dari pohon kayak daun kering. Siapa yang mau memberikan pinjaman kepadaku tanpa jaminan apa-apa yang bisa disita kalau tidak mampu melunasi hutang yang ada? Memberikan pinjaman ke keluarga sendiri saja masih pakai hitung-hitungan. Kalau mau nyumbang harus di ekspos. Berharap kepada manusia memang sering mengecewakan.

“Kamu harus di rawat di sini supaya cepat sembuh.”

“Ko…. Maafkan aku.”

“Kenapa harus minta maaf?”

“Aku sudah merepotkan koko.”

Aku menggenggam tangannya. “Kamu tidak merepotkan kok. Percayalah! Koko malah senang bisa berkorban buat kamu.”

******

12915652635125962

1291565283359961275

1291565305740409917

Segala macam usaha telah di coba oleh tim dokter yang menangani Samuel. Sudah dua minggu terakhir ini berbagai obat pun silih berganti dimasukkan ke dalam tubuhnya.

Setiap hari berjam-jam aku menemaninya setelah pulang dari jaga toko. Mengobrol, bergurau atau kadang-kadang berdongeng untuknya.

“Ko, apa artinya meninggal dunia?”

Pertanyaan yang menghentakkan diriku yang lelah dan lapar. HIV sudah memorak-porandakan seluruh sistem pertahanan tubuh Samuel. Infeksi yang tidak terlalu berat pun dapat menimbulkan penyakit yang fatal.

“Artinya, kamu akan suatu tempat yang jauh. Tempat di mana kamu berasal.”

“Perginya sendirian?” tanyanya lemah.

Mataku berkaca-kaca. Namun aku mencoba untuk menahan agar air mata itu tidak jatuh.

“Sendirian. Tapi kamu jangan takut.”

“Kalau aku meninggal dunia, siapa yang akan menemani koko?”

Akhirnya air mataku juga jatuh. Diantara penderitaannya dia masih memikirkanku.

“Aku tahu, koko sering ngga makan biar aku kenyang. Koko sering jalan kaki pulang pergi ke toko biar bisa belikan aku sesuatu setiap hari. Nanti di sana, siapa yang motongin kuku Samuel?” ucapnya sambil meneteskan air matanya.

Aku memeluknya.

“Kamu ngga usah mikirin koko ya, sayang! Tuhan pasti menjaga koko.”

“Nanti kalau aku sudah besar dan punya uang yang banyak. Aku mau belikan koko sebuah toko. Biar koko ngga usah kerja lagi. Trus belikan koko rumah dan mobil, biar kalau hujan bisa tetap tidur enak dan tidak perlu lagi jalan kaki.”

Mulutku tertutup rapat. Bungkam. Tak ada kata yang bisa melewati kerongkonganku. Di tengah rasa sakitnya, dia masih menyimpan sebuah impian. Bukan keluh kesah karena sakit yang di deranya.

******

1291565334890052374

Aku membawa sebuah boneka Tazmania kecil untuk Samuel. Samuel yang terbaring lemah memaksakan senyumannya.

“Ko…”

“Kenapa sayang?”

“Besok aku tidak bisa ikut koko natalan di gereja.”

“Ngga apa-apa.”

“Kamu suka ngga bonekanya?”

“Terima… kasih… ya, ko! Bonekanya bagus banget.”

“Maafkan koko ya. Koko ngga bisa belikan kamu boneka yang gede.”

“Ko, aku mau… kasih koko… kado.”

Aku tercengang!

“Aku cuma… bisa kasih lagu buat koko…”

Aku mendekatkan kupingku di wajah Samuel. Suaranya semakin pelan.

“Ku yakin saat Kau berfirman

Ku menang saat Kau bertindak

Hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu

Ku aman karna Kau menjaga
Ku kuat karna Kau menopang
Hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
MujizatNya disediakan bagiku
Ku diangkat dan dipulihkanNya”

Air mataku terus jatuh ketika dengan susah payah dia menyelesaikan lagu tersebut. Meski sudah tidak ada lagi harapan Samuel tetap percaya mujizat itu ada.

“Selamat natal ya ko,” ucapnya dengan sangat pelan.

“Selamat natal juga sayang.”

“Ko…”

“Iya, sayang!”

“Koko bisa nyanyikan aku lagi malam kudus? Tapi pake bahasa inggris.”

Tanpa berpikir panjang aku memenuhi permintaan Samuel.

Silent night, holy night

All is calm and all is bright

Round yon virgin mother and child

Holy infant so tender and mild

Sleep in heavenly peace

Sleep in heavenly peace

Silent night, holy night

Shepherds quake at the sight

Glories stream from Heaven afar

Heavenly hosts sing halleluia

Christ the savior is born

Christ our savior is born

Silent night, holy night

Son of God

Love’s pure light

Radiant beams from thy holy face

With the dawn of redeeming grace

Jesus Lord at thy birth

Jesus Lord at thy birth

Halleluia!

Halleluia!

Halleluia!

Christ the savior is born

Tangan kanan Samuel mendekap boneka Tazmanianya sementara tangan kirinya menggengam tanganku.

Genggamannya makin lama makin lembut hingga tak ada lagi nadinya yang berdetak.

“Surga menantimu, pahlawan kecilku,” bisikku dikupingnya yang dingin.

12915653581392454104

12915653731802124900

*****

TAMAT

( NANTIKAN NOVELnya yang akan segera diterbitkan. AMIN)

Cerpen ini saya dedikasikan untuk ODHA (orang dengan HIV/AIDS), percayalah kalian adalah makluk tuhan yang paling bahagia dan berharga di mata Tuhan dengan keadaan apapun.

“Jauhi virusnya bukan orangnya.”

*Thanks a lot buat semua yang membaca CERPENnya dan yang telah share link CERPENnya di twitter, FB dan via bb :)

Silahkan kunjungi blog saya : http://kamarsolusi.com

Account facebook saya yang baru : http://facebook.com/dewaklasik88 dan follow acount Twitter saya : @HouseOfRevival / http://twitter.com/HouseOfRevival




http://muda.kompasiana.com/2010/12/06/kado-untuk-samuel/?ref=signin

Sepuluh Cara Berhemat

Ada sepuluh ide untuk melakukan penghematan dengan cara sederhana, yang mudah dilakukan tanpa harus menjadi pelit.

1. Bawa air minum
Membeli air minum dalam kemasan tak hanya menambah sampah plastik tapi juga memboroskan uang. Bayangkan, jika dalam sehari Anda membeli sebotol air minum dengan harga Rp 3000, dalam sebulan Anda menghabiskan Rp 90 ribu. Sebagai gantinya, belilah botol minum sendiri — yang bisa diisi ulang.

2. Membawa daftar belanjaan
Buatlah daftar belanjaan sebelum pergi berbelanja ke toko. Pastikan daftar Anda hanya berisikan barang-barang yang memang Anda butuhkan. Hanya barang yang masuk daftar yang boleh dibeli, lainnya tidak.

3. Berjalan kaki lebih sering
Cobalah jalan kaki jika tujuan Anda cukup dekat. Kurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan gunakan kendaraan umum. Anda juga bisa mencoba memberi tumpangan dengan teman yang searah. Informasinya bisa didapat melalui beberapa komunitas yang berbagi kendaraan seperti www.nebeng.com.

4. Manfaatkan perpustakaan
Anda tidak perlu senantiasa membeli buku baru. Kunjungilah perpustakaan untuk mencari buku yang diperlukan.

5. Kurangi makan di luar
Usahakan memasak dan membawa bekal makan siang untuk di kantor. Memasak akan menghemat banyak biaya dibandingkan selalu makan di luar.

6.Jauhi ATM asing
Menarik uang dari bank selain bank Anda bisa menyebabkan pemotongan uang dari rekening. Jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 3000 hingga Rp 20 ribu. Nilai ini nampaknya kecil, tapi bayangkan jumlah totalnya jika sering dilakukan.

7. Membuat kopi sendiri
Daripada membeli kopi mahal di kafe, lebih baik minum kopi buatan sendiri. Sedikit-sedikit mengirit lama-lama jadi bukit.

8. Kurangi ke mal
Jalan-jalan ke mal bisa mendatangkan banyak godaan untuk membeli barang secara impulsif. Maka itu, lebih baik habiskan waktu libur dengan piknik ke taman atau museum.

9. Manfaatkan kartu diskon
Beberapa toko menawarkan diskon bagi pelanggan yang punya kartu anggota. Manfaatkan hal ini dengan bijak. Awas, ini berbeda dengan membeli barang diskon yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

10. Daur ulang
Kreatiflah: ada banyak ide yang bisa dilakukan untuk mendaur ulang barang yang tak digunakan lagi. Misalnya, memadukan pakaian lama dengan baju lain sehingga menjadi lebih menarik.

Anda punya ide lain?

Silahkan Comment di bawah .. :)

Memburu Salju Musim Gugur (2)

Oleh Sigit Adinugroho

Untuk membaca bagian pertama, silakan klik di sini
.

Saya beruntung menginap di dekat stasiun kereta api utama di Stockholm, sehingga bisa mencapainya hanya kurang dari 30 menit berjalan kaki. Ketika sampai di sana, saya sempat terperangah karena stasiun ini begitu ramai (hari itu memang hari kerja, sehingga banyak warga Stockholm yang baru pulang kantor).

Begitu memasuki kabin kereta dengan penghangat udara, saya langsung bersyukur sebab di luar sana suhu dingin amat menusuk kulit.


Suasana stasiun kereta api Stockholm.

Masih ada waktu satu jam sebelum kereta berangkat. Saya pun menggunakannya untuk istirahat. Meski sempit, tempat tidur susun (berth) yang cukup nyaman membuat saya terlelap begitu cepat sampai akhirnya terbangun karena ada penumpang lain yang masuk ke kompartemen berkapasitas enam orang itu.

Kereta pun bertolak. Sayup-sayup terdengar suara kondektur meniup peluit dan pengumuman kereta diberangkatkan. Lampu kota dan jalanan yang sepi pun melepas keberangkatan kami waktu itu. Ketika kilatan lampu kian redup, yang berarti gerbong mulai meninggalkan kehidupan kota, saya pun tertidur pulas bertemankan irama benturan roda dan rel yang teratur.

Kereta api SJ Nattåg (kereta malam) yang saya tumpangi ini adalah kereta reguler. Selain kereta ini, ada pula beberapa kereta ekspres (bernama X2000), yang hanya melayani jalur-jalur tertentu seperti Stockholm-Malmo dan Stockholm-Goteborg dan waktu tertentu terutama siang hari.


Interior gerbong tidur di kereta malam menuju Östersund.

Sepanjang perjalanan, beberapa kali saya terbangun. Kalau tidak karena kereta yang berhenti di sebuah stasiun, pasti karena gerak atau suara penumpang lain di kompartemen saya — misalnya ketika seorang lelaki berbahasa Arab sedang bercakap-cakap di telepon.

(Saya jadi ingat tentang banyaknya imigran dari Timur Tengah di negara-negara Skandinavia. Di Swedia, misalnya, banyak pengungsi Irak bermukim di Södertälje, sebuah kota di barat daya Stockholm. Standar hidup dan stabilitas politik yang relatif baik menjadikan negara Skandinavia sebagai tujuan utama para pencari suaka).

Malam itu kereta api melaju ke barat laut. Daerah ini tidak terlalu padat, karena kebanyakan masyarakat Swedia bermukim di sebelah selatan. Perjalanan kereta ini akan berakhir di Ã…re, kota resor ski di perbatasan Swedia-Norwegia, namun saya akan berhenti di Östersund — sebuah kota yang jadi salah satu tujuan utama penduduk Swedia ketika musim dingin untuk olahraga atau rekreasi seperti ski, sledding & snowmobiling.

Pukul tujuh pagi saya sampai di Östersund, saat matahari baru terbit (memasuki musim dingin, siang hari lebih pendek dari malam). Saya melihat peta dan berjalan kaki menuju Nya Pensionatet, sebuah hotel sederhana yang sebenarnya merupakan sebuah unit apartemen dengan lima kamar.

Dengan harga 400 krona (sekitar Rp 520 ribu) per malam, hotel ini punya fasilitas menyenangkan: sarapan, tempat tidur ternyaman selama perjalanan ini, kopi dan teh gratis 24 jam, serta mesin cuci bebas pakai (termasuk deterjen).

Balai kota Östersund.

Saya suka kota kecil ini. Setelah beberapa hari singgah di kota besar, rasanya baru kali ini dapat istirahat dari keriuhan kota besar. Tak ada kereta listrik bawah tanah, tak ada lalu lintas kendaraan roda empat atau roda dua yang hiruk pikuk. Banyak tempat berjalan kaki, banyak waktu menikmati danau Storsjön, salah satu danau terluas di Swedia.

Sayang, musim panas sudah berlalu, karena ternyata kapal uap mungil S/S Thomée penelusur danau itu hanya beroperasi dari bulan Juni sampai September setiap tahunnya. Telat!

Sebenarnya, di sepanjang perbatasan Swedia-Norwegia terdapat banyak sekali kota resor musim dingin yang terletak lebih tinggi Östersund, sebut saja Ã…re di sebelah barat atau Riksgränsen di utara. Tapi Östersund jadi pilihan ideal terutama untuk keluarga karena infrastrukturnya — akses, hotel, tempat makan dan berbelanja.

Kegiatan liburan yang ditawarkan pun lebih banyak dari sekadar olahraga ski. Östersund memiliki nilai sejarah dan budaya yang cukup tinggi. Suatu waktu, provinsi Jamtland pernah dikuasai oleh Norwegia, lalu diperebutkan oleh perserikatan Denmark-Norwegia, sebelum pada akhirnya jatuh ke tangan Swedia.

Secara religius, ternyata masyarakat Jamtland lebih memilih untuk bergabung dengan Swedia. Walau pernah menjadi saksi perebutan kekuasaan, Östersund dan Jamtland ternyata juga menjadi pemersatu antara Norwegia dan Swedia. Dibangunnya rel kereta api menuju Östersund dari sisi Norwegia (Trondheim) maupun Swedia (Sundsvall, lalu ke Stockholm) merupakan infrastruktur penting bagi kelancaran perdagangan dan persahabatan antara penduduk Norwegia dan Swedia. Seketika, Östersund menjadi tempat yang strategis untuk singgah.

Lalu, ada kisah masyarakat Saami, yang semi-nomaden, yang bermukim di utara Jamtland. Keberadaan masyarakat Saami sangat dihargai pemerintah Swedia, Norwegia, Finlandia dan Rusia. Karena budaya, bahasa dan cara hidup masyarakat ini terancam punah oleh modernisasi, pemerintah kota pun Östersund membangun sebuah museum agar generasi muda Swedia dapat menghargai keberadaan masyarakat Saami. Museum ini bernama Museum Jamtli.


Jembatan di distrik Frösön.

Saya menghabiskan waktu satu hari di kota mungil ini dengan berkeliling dengan bis yang berakhir ke sebuah gereja di seberang danau, lalu berjalan kaki 6 km sampai ke pusat kota lagi menyisiri danau, melewati perumahan penduduk yang sepi ditemani pohon-pohon tinggi dan rindang, sambil menikmati udara sejuk. Dua jam untuk diri sendiri bersama alam.

Hari semakin gelap. Setelah puas mengelilingi distrik Frösön hingga menyeberangi jembatan panjang untuk kembali ke kota, saya mampir ke kedai terdekat. Di sana saya memesan goulash — favorit para penduduk untuk menghangatkan badan dengan sajian penuh lemak.

Isinya pun sangat menggiurkan: gilingan daging sapi, irisan bawang merah, sayuran, bumbu-bumbu dan taburan serbuk paprika direbus bersama di atas panci dan diaduk menjadi satu. Warnanya yang kemerahan dengan asap yang mengepul membuat siapa saja menjadi berselera. Koin sejumlah 59 krona (sekitar Rp 80 ribu) menjadi penebus rasa lapar ini!


Malam itu juga saya harus berangkat meninggalkan Östersund untuk mengejar tujuan utama saya: melintasi garis Lingkar Arktik (Arctic Circle). Ini sebuah garis semu di atas permukaan bumi yang menandakan batas antara daerah Arktik dan subtropis.

Saya mempersiapkan ransel dan isinya dengan diawali kepanikan: tas ransel yang saya titipkan seharian di resepsionis hotel masih terkunci di ruang penyimpanan barang. Dua puluh menit sebelum kereta berangkat, akhirnya saya mendapatkan ransel itu dan langsung berangkat ke stasiun kereta api.

Saya berangkat dari stasiun kereta api Östersund yang mungil itu sekitar pukul 21.00, menumpang kereta jarak dekat menuju kota Bräcke di tenggara. Perjalanan ini memakan waktu satu jam. Tiba di Bräcke, saya menunggu satu jam lebih untuk rangkaian gerbong yang akan membawa saya ke Narvik, Norwegia. Suhu malam hari itu mendekati 0°C dan tak berangin.



Kereta api datang tepat pada waktunya sekitar pukul 23.00. Gerbong dan tempat tidurnya mirip dengan kereta yang saya tumpangi dari Stockholm ke Östersund. Setelah memasang seprai dan meletakkan bantal, saya lalu merebahkan diri.

Perjalanan ini membelah sisi timur laut Swedia sebelum berbelok ke arah barat di Boden, lalu berlanjut ke Gällivare, menembus perbatasan melalui Riksgränsen. Setengah perjalanan ini akan dilalui pada malam hari sampai matahari terbit.

Pemandangan antara Boden dan Narvik adalah salah satu pemandangan kereta api terindah yang pernah saya lihat. Ke mana pun mata memandang, semuanya serba putih tertutup salju. Saya senang, inilah pertama kali saya melihat salju.

Kontur lanskap cenderung datar dengan sedikit bukit di sana-sini berselimutkan salju. Sinar matahari yang masih jingga berpadu dengan langit yang sungguh biru jernih. Sesekali, kereta melewati sungai yang membeku. Kami juga melintasi Lingkar Arktik di pertengahan jalan antara Boden dan Gällivare. Tanpa penanda apa pun, kejadian itu berlangsung cepat. Tiba-tiba saya mampir ke pekarangan Kutub Utara!



Di dalam gerbong, penumpang lain sudah mulai bangun dari tidurnya dan bergegas ke kereta makan untuk membeli makanan dan minumannya sendiri. Paket sarapan senilai hampir Rp 100 ribu berisikan roti isi dan secangkir kopi, teh, atau susu.

(Tidak ada nasi goreng atau “zuppa soup” ala kereta api Parahyangan di sini).

Kereta berhenti di hampir setiap stasiun, walau hanya sepuluh menit. Di satu stasiun, terdengar suara para anggota keluarga yang berpelukan dan melepas rindu, di tengah hamparan salju tebal yang menutupi peron.

Di stasiun lain, terlihat petugas membersihkan tumpukan salju yang sangat tebal. Ada juga yang tampak membawa anjingnya berkeliling. Kebanyakan stasiun kereta api di sini tak punya pagar dan hanya berupa peron sederhana.

Guna menghindari penumpukan salju pada beberapa bagian, pemerintah membangun beberapa kanopi kayu berbentuk segitiga yang sayangnya, agak mengganggu kegiatan menikmati pemandangan.



Ketika kereta berhenti, saya menyempatkan membuka jendela untuk memotret, walau saya tahu di luar angin menerjang dan suhu di bawah nol. Semakin mendekati perbatasan Swedia-Norwegia, jumlah penumpang gerbong semakin berkurang. Rasanya mereka yang ikut sampai Narvik adalah warga negara Norwegia sendiri.

Ketika melalui perbatasan, masinis mengumumkan dan memberi ucapan selamat datang ke Norwegia.

Seketika, lanskap berubah drastis! Kontur datar di Swedia tiba-tiba berganti ekstrem: perbukitan dengan tebing curam, disambung dengan aliran air dari hulu dengan bebatuan yang berserak.

Pohon-pohon ramping yang tumbuh di tebing securam itu membuat saya ternganga. Pemandangan berubah menjadi fjord (semacam teluk yang tercipta dari lelehan gletser) bertabur salju, lalu berliuk-liuk, kemudian memberi jalan pada sekumpulan rumah mungil bercat warna-warni yang ada di tebing seberang.

Peralihan yang begitu drastis, namun magis dan penuh pesona. Lanskap Norwegia adalah karya Tuhan yang termasyhur. Komposisinya mencengangkan.

Satu jam kemudian, kota Narvik terlihat dari atas bukit di kejauhan. Terletak di pinggiran fjord, kota ini sangat cantik. Tak terbayang oleh saya, bagaimana kota ini sempat jadi saksi pertempuran antara koalisi Jerman-Austria yang hendak menduduki Norwegia yang dibantu Inggris.



Narvik, bagi saya, menjadi “negeri antah-berantah” tempat saya berlabuh untuk saat ini. Pukul satu siang, saya menjejakkan kaki pertama kali di atas salju kota ini. Suhu waktu itu masih 0-2 °C. Perjalanan 15 jam ini saya akhiri dengan rasa puas, namun penasaran.

Apakah saya masih bisa lebih ke arah utara lagi? Ah, saya biarkan saja rasa penasaran itu tersimpan untuk edisi perjalanan berikutnya. Bis yang membawa saya ke tujuan berikutnya melaju kencang melewati tatanan fjord yang spektakuler, menembus kabut dan sinar matahari di atas jalan yang berkelok tajam. Sempurna.

Saya merasa berkunjung sendiri ke negeri Santa Klaus untuk menjemput sebuah bingkisan. Lalu, memikirkan bagaimana cara membawanya pulang ke selatan melalui pesisir Norwegia. Barangkali inilah The Polar Express sesungguhnya!

Total biaya yang dikeluarkan


Stockholm - Östersund (7 jam): Sleeper train, 565 krona (sekitar Rp 750 ribu)
Östersund - Bräcke (1 jam): Seat, 63 krona (sekitar Rp 85 ribu)
Bräcke - Narvik (13 jam): Sleeper train, 529 krona (sekitar Rp 708 ribu)
(Di luar makanan dan minuman)

Tips: Semua tiket kereta api dapat dibeli online (dengan kartu kredit) melalui website Statens Järnvägar (SJ) di http://www.sj.se.

Bukti reservasi dicetak sendiri untuk ditukarkan dengan tiket sebenarnya di stasiun. Semua bahasa dalam tiket adalah bahasa Swedia, jadi pastikan Anda bertanya kepada petugas peron tentang gerbong dan kompartemen yang benar. Siapkan makanan sendiri supaya hemat. Pilihlah penginapan di dekat stasiun.

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/101-memburu-salju-musim-gugur-2
http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/110-memburu-salju-musim-gugur-3?cid=today

Friday, May 20, 2011

Bicara dengan Banyak Jeda Lebih Persuasif

Bicara dengan Banyak Jeda Lebih Persuasif

INILAH.COM, Michigan - Studi baru menemukan fakta, orang yang berbicara dengan jeda dan tidak terlalu cepat, adalah orang yang kata-katanya paling mungkin berhasil meyakinkan pendengarnya.


Jose Benki memiliki ketertarikan meneliti pidato dan dunia psikolinguistik. Ilmuwan dari University of Michigan ini mengatakan, orang yang kecepatan bicaranya sekitar 3,5 kata per detik, akan lebih berkemungkinan disetujui pendengarnya daripada orang yang berbicara lebih cepat atau lebih lambat.

Benki meneliti 1.380 hasil rekaman telepon yang dilakukan oleh 100 orang yang meminta orang lain berpartisipasi dalam sebuah survei. Hasil rekaman itu lalu dianalisis kelancaran dan kedalaman suaranya, dan korelasi kedua variabel itu terhadap kemampuan partisipan dalam meyakinkan orang lain.

Hasilnya, pria yang suaranya tinggi cenderung lebih rendah kemampuan persuasinya dibandingkan pria bersuara lebih dalam. Tapi kedalaman suara tidak menunjukkan pengaruh signifikan bagi perempuan.

Para peneliti juga memeriksa penggunaan jeda dalam berbicara. Mereka menemukan, orang yang bicara dengan menerapkan jeda-jeda pendek yang lebih sering, akan cenderung lebih mampu mempersuasi orang lain ketimbang orang yang bicaranya terlalu lancar.

“Penggunaan jeda yang dimaksud adalah sekitar 4-5 kali per menit,” ungkap Benki.

Pewawancara tidak membuat jeda sama sekali, adalah yang paling rendah tingkat persetujuannya. Namun orang yang bicara dengan terlalu banyak jeda, walaupun dianggap gagap, mereka justru memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi daripada orang yang bicaranya terlalu lancar.

Kate Middleton Mandul?? Benarkah??



LONDON - Kabar tak sedap datang dari pasangan baru Royal Wedding, Pangeran William dan Kate Middleton. Keduanya dikabarkan bisa jadi tak akan mempunyai keturunan, karena penyakit yang diderita Kate Middleton.

Putri Camilla Parker Bowles, disebut-sebut sebagai orang yang menyebarkan kabar tersebut. Menurut salah satu sumber yang dekat dengan Camilla, istri Pangeran Charles itu memberitahu teman dekatnya, bahwa Kate tak bisa hamil.

"Komplikasi penyakit yang diderita ketika Kate remaja, yang mungkin berdampak pada kemampuannya untuk hamil," ungkap si sumber, seperti dilansir majalah In Touch Weekly, kemarin.

Pasangan tersebut memang sedang berada dalam tekanan kuat. Pasca menikah pada 29 April lalu, mereka dituntut untuk segera menghasilkan ahli waris kerajaan.

Sementara Pangeran William sendiri, lahir 11 bulan setelah Pangeran Charles dan Putri Diana menikah. "Kalau Kate tidak hamil dalam sembilan bulan ke depan, dia akan menentang 200 tahun tradisi kerajaan Inggris," tutur biografer kerajaan, Andrew Morton.

Wednesday, May 18, 2011

10 Laptop terbaik Update untuk Mahasiswa di Tahun 2011

Postingan ini ane dapet dari Survey Orang Bule.
Mahasiswa mungkin untuk studi mencari laptop yg akan menemani. hingga mencari beberapa laptop terbaik utk studi. Namun hal pertama adalah bagaimana Mahasiswa menemukan laptop yg sesuai terbaik yg dpt melakukan semua jenis fungsi termasuk multimedia, tugas dan banyak lainnya. Ada banyak hal yang sangat penting ketika membeli laptop untuk menemani ketika studi.
Ukuran & faktor yg paling penting adalah memeriksa kecepatan CPU, ukuran RAM, Hard disk & optical drive. Menurut harga pasar ini dpt menjadi faktor sekunder.
Ini dia ane tampilkan Informasi tentang 10 laptop terbaik untuk Mahasiswa Versi Bule, kita sambuuuttt JREEENG JREEEEEENG!!!

1. Apple Macbook Pro MC700LL 13.3 inches /A:
Spoiler for Specification:
CPU: 2.3 GHz Intel Core i5 dual-core processor
Hard Drive: 320 GB
Memory: 4GB DDR3 RAM
Optical Drive: 8x slot-loading SuperDrive (DVD±R DL/DVD±RW/CD-RW)
Additional Features: Wi-FI, Bluetooth and memory card reader.
:


2. Toshiba Satellite E205:
Spoiler for CPU: Intel Core i5-430M
Hard Drive: 500 GB
Memory: 4GB DDR3 Ram
Optical Drive: Slot loading super multi DVD with labelflash
Operating System:
Additional Features:
:


3. Acer Aspire TimelineX AS4820T-7633:
Spoiler for Specification:
CPU: 2.4 GHz Intel Core i3-370M dual-core processor
Hard Drive: 320 GB SATA
Memory: 4 GB DDR3
Optical Drive: 8x SuperMulti DVD±R/RW
Operating System: Windows 7 Home Premium (64-bit)
Additional Features: Webcam, Wi-Fi and memory card reader
:



4. ASUS U41JF-A1:
Spoiler for Specification:
CPU: 2.53 Intel Core i3-380M
Hard Drive: 500 GB
Memory: 4GB DDR3 RAM
Optical Drive: DVD RW/DVD ROM
Operating System: Microsoft 7 Home Premium (64 Bit)
Additional Features: Memory card reader, Wi-Fi, Bluetooth and Webcam
:


5. Toshiba satellite C655-S5118:
Spoiler for Specification:
CPU: Intel Core i3-370M Processor
Hard Drive: 320 GB
Memory: 3GB DDR3
Optical Drive: DVD-SuperMulti drive
Operating System: Windows 7 Home Premium (64-bit)
Additional Features: Bluetooth, Wi-FI and memory card reader.
:


6. Samsung Q430:
Spoiler for Specification:
CPU: 2.26 GHz Intel Core i3-350m
Hard Drive: 320 GB
Memory: 3GB DDR2 RAM
Optical Drive: DVD+/-RW +/-DL
Operating System: Windows 7 Home Premium (64 bit)
Additional Features: Bluetooth, Wi-Fi and memory card reader.
:


7. Asus A52F-XA1:
Spoiler for CPU: Intel Pentium Dual Core P6100
Hard Drive: 320GB Hard Drive
Memory: 4GB of DDR3 RAM
Optical Drive: Super Multi Optical Disk Drive
Operating System: Windows 7 Home Premium (64 bit)
Additional Features: Webcam and Bluetooth.
:


8. Compaq Presario CQ61:
Spoiler for Specification:
CPU: 2.0 Intel Pentium Dual-Core Mobile Processor T4200
Hard Drive: 320 GB
Memory: 3GB DDR2
Optical Drive: SuperMulti 8X DVD±RW with Double Layer Support
Operating System: Genuine Windows Vista Home Basic 32-bit
Additional Features: Webcam and memory card reader
:


9. Toshiba Satellite L455:
Spoiler for Specification:
CPU: Intel Celeron Processor 900
Hard Drive: 250 GB
Memory: 2GB DDR2
Optical Drive: DVD-SuperMulti drive
Operating System: Windows 7 Home Premium (32 Bits)
Additional Features: memory card reader and Wi-Fi
:


10. HP G62-340us:
Spoiler for Specification:
CPU: 2.0 GHz AMD Athlon II Dual-Core Processor
Hard Drive: 320GB
Memory: 3GB DDR3
Optical Drive: LightScribe SuperMulti 8X DVD±R/RW
Operating System: Windows 7 Home Premium 64-bit
Additional Features: Webcam, 5 in 1 memory card reader and Wi-Fi.
:


Nah itu dia gan semoga bisa membantu dlm memilih laptop, sekian dari ane gan..

Bagaimana Minta Izin Orang Tua untuk Jalan-jalan?

Oleh Trinity

Saya beruntung memiliki keluarga yang gemar berjalan-jalan dan karenanya mendukung hobi saya ini — apa pun jenisnya. Jadi waktu saya masih bersekolah dulu, saya tidak pernah mengalami kesulitan dalam meminta izin orang tua untuk jalan-jalan.

Sayangnya tidak semua orang seberuntung saya. Beberapa teman bahkan harus memutar otak jauh-jauh hari guna merancang strategi untuk meminta izin orang tua mereka. Kejadian ini tak hanya terjadi sewaktu mereka berumur belasan tahun, melainkan terus hingga mereka sudah lulus dan bekerja.


Ingin liburan seru, tapi susah mendapat izin ortu? Ikuti kiat-kiat dari Trinity Traveler berikut ini. Kredit foto: ThinkStock

Kalau Anda merasa sulit mendapatkan izin dari orang tua untuk jalan-jalan, mungkin beberapa tips di bawah ini bisa membantu:

1. Kelakuan positif


“Anak baik-baik” tentu lebih mudah dikabulkan permintaannya. Maka tunjukkan tingkah laku yang baik dan jauhkan diri dari masalah. Sering bolos sekolah dan nilai buruk pastinya tidak akan memuluskan proses perizinan dari orang tua. Kalau sehari-hari saja di rumah Anda banyak ulah dan menimbulkan masalah, apalagi jauh dari rumah?

2. Rencana matang


Saat meminta izin dari orang tua, Anda harus punya rencana yang matang: ke mana tujuannya, bagaimana mencapai tujuan itu, pergi dengan siapa, menginap di mana, berapa lama, dan nomor kontak yang bisa dihubungi jika Anda tak bisa dihubungi (misalnya saat telepon selular kehilangan sinyal).

Kalau Anda tidak menjelaskan hendak pergi ke mana, dengan siapa, dan berapa lama, jangan harap orang tua akan memberi izin karena mereka akan tambah khawatir.

3. Persiapan matang


Bekali diri Anda dengan pengetahuan yang komprehensif sehingga jika orang tua bertanya tentang berbagai hal tentang rencana perjalanan tersebut, Anda bisa menjawab dengan lancar dan meyakinkan. Meminta izin orang tua tak ubahnya seperti menghadapi ujian. Anda harus siap dengan jawaban yang tepat, apa pun pertanyaannya.

4. Mandiri


Sebisa mungkin, jangan mengandalkan kucuran dana dari orang tua. Kalau mendapatkan izin saja sulit, apalagi izin plus dana. Menabunglah dari uang saku, sehingga pada saat meminta izin, Anda bisa menunjukkan bahwa Anda tidak akan merepotkan orang tua. Tunjukkan bahwa semua hal sudah Anda persiapkan dengan baik.

5. Bertanggung jawab


Meminta izin sama dengan mengajukan proposal. Anda harus bisa meyakinkan orang tua bahwa selain tahu mau ke mana dan bagaimana, Anda juga bertanggung jawab penuh atas perjalanan tersebut. Maksudnya, Anda akan menaati peraturan, tata krama dan adat yang berlaku di tempat tujuan. Anda harus berjanji akan menjaga tingkah laku dan tidak akan berbuat sesuatu yang melanggar hukum.

6. Menggalang dukungan


Jika Anda merasa akan sangat sulit mendapatkan izin orang tua, carilah bantuan. Umumnya orang tua akan lebih mudah menerima pendapat orang dewasa atau yang umurnya lebih tua dari kita. Maka mintalah dukungan keluarga dekat yang “didengar” — contohnya kakek, nenek, paman, bibi atau kakak. Minta bantuan mereka untuk meyakinkan orang tua, dan jangan lupa bawakan oleh-oleh sebagai tanda terima kasih.

7. Memperkenalkan teman seperjalanan


Perkenalkanlah teman yang akan jalan-jalan dengan Anda kepada orang tua. Ingatkan teman Anda untuk berlaku santun dan ikut meyakinkan orang tua Anda. Namun Anda harus pandai membaca situasi dan kondisi. Bila orang tua Anda sangat anti rokok, jangan sampai teman Anda kelihatan mengantongi rokok atau merokok di depannya.

8. Manfaat Jalan-jalan


Bagi orang yang tidak menyukainya, berjalan-jalan adalah kegiatan tidak berguna yang hanya membuang-buang uang, waktu dan tenaga. Maka, tugas Andalah untuk menyampaikan dan meyakinkan orang tua apa manfaat jalan-jalan. Tegaskan bahwa semua yang Anda keluarkan untuk sebuah perjalanan sepadan dengan hasil yang didapatkan.

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/109-bagaimana-minta-izin-orang-tua-untuk-jalan-jalan

Berapa Kali Harus Liburan Dalam Setahun

Oleh Olenka Priyadarsani

Banyak kawan yang bertanya kepada saya, berapa kali harus liburan dalam setahun. Saya jawab, yang tahu jawabannya tentu Anda sendiri. Setiap orang memiliki pertimbangan yang berbeda-beda dalam memutuskan waktu dan tujuan berlibur, serta jumlah anggaran (asumsi: berlibur adalah pergi ke luar kota dan menginap paling sedikit satu malam).

Ketika pertanyaan yang sama saya ajukan kepada beberapa teman, saya mendapat jawaban bervariasi. Mulai dari “nol kali” hingga “lebih dari 10 kali”. Tujuan berliburnya pun bermacam-macam, mulai dari ke luar kota yang hanya menempuh waktu dua jam hingga ke daratan Eropa. Namun, rata-rata akan menyebutkan 1-2 kali dalam setahun.


Pekerjaan sudah mulai menjemukan? Mungkin ini saatnya untuk liburan. Kredit foto: ThinkStock

Ada beberapa pertimbangan dalam memutuskan rencana liburan, dan mungkin berbeda-beda bagi setiap orang:

Cuti


Setiap karyawan memiliki jatah cuti tahunan yang berbeda-beda. Saya dan suami cukup beruntung karena kami memiliki cuti lebih dari 24 hari setahun di samping liburan nasional dan beberapa libur tambahan lainnya. Sementara itu, kawan lain yang memiliki usaha sendiri lebih fleksibel dalam merencanakan liburan.

Tetapi mereka yang berprofesi sebagai pegawai negeri hanya punya 12 hari cuti selama setahun, itu pun masih dipotong cuti bersama. Dan kemungkinan besar sebagian cuti itu akan dipakai untuk mudik saat Hari Raya.

Oleh karena itu manfaatkanlah akhir pekan dan tanggal merah. Anda bisa saja berlibur ke luar negeri, misalnya ke Malaysia, Singapura, atau Thailand tanpa mengambil cuti. Saat ini sudah banyak penerbangan yang menawarkan rute langsung sehingga Anda dapat menghemat waktu.

Ambillah penerbangan Jumat malam untuk berangkat dan Minggu malam atau Senin pagi untuk kembali. Konsekuensinya adalah Anda harus berangkat ke bandara langsung dari kantor, dan ketika kembali pun harus langsung ke kantor. Tapi sepenglihatan saya, sekarang banyak karyawan yang tidak sungkan-sungkan untuk melakukan hal itu. Mereka menyimpan baju dan sepatu kantoran di laci meja dan membawa ransel ke kantor.

Memanfaatkan hari “terjepit” juga harus dilakukan untuk membuat liburan Anda menjadi maksimal. Konsekuensi dari ini adalah, Anda mendapat tiket yang lebih mahal. Karena itu, lebih baik rencanakan liburan Anda jauh-jauh hari sebelumnya sehingga masih bisa mendapatkan tiket murah.

Dana


Di Indonesia, budaya berlibur sudah mulai merakyat, walau belum seperti di Barat. Dapat dimengerti bahwa masih banyak yang lebih mementingkan kebutuhan lain daripada liburan. Anggaran untuk berlibur pun berbeda-beda. Tentu hal ini juga mempertimbangkan pendapatan dan pengeluaran bulanan.

Saran saya adalah dengan menyisihkan uang tiap bulan. Banyak yang sudah mempraktekkan tabungan rencana, yaitu menabung dalam jumlah yang sama setiap bulan dan diambil dalam jangka waktu tertentu, misalnya setelah 6 bulan atau 12 bulan. Dan dana ini memang khusus diperuntukkan untuk berlibur, bukan keperluan lainnya.

Ada orang yang memilih untuk sering berlibur murah (backpacking) sehingga menghemat biaya. Sementara itu, ada yang lebih memilih berlibur sekali dalam setahun namun selalu memilih penerbangan dan akomodasi yang terbaik. Itu semua terserah.

Bila dana Anda belum mencukupi untuk pergi ke tempat-tempat yang jauh atau ke luar negeri, jangan khawatir: banyak tempat wisata yang di sekitar Anda yang tidak kalah indahnya. Gunakan Internet atau rekomendasi dari teman untuk mencari tempat liburan yang sesuai dengan dana.

Kiat lain adalah mencari tiket promosi sehingga dana liburan bisa sangat dihemat. Hal ini bisa dilakukan bila Anda memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya, biasanya antara enam bulan hingga satu tahun sebelum tanggal keberangkatan. Sebelum memesan tiket, pastikan rencana liburan tersebut tidak berbarengan dengan acara lain yang lebih penting karena tiket promosi tidak dapat diuangkan kembali.

Anak


Bila Anda sudah memiliki anak, tentu ada hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih waktu dan tujuan liburan. Jika anak Anda masih kecil, mungkin ada baiknya Anda mempertimbangkan tempat liburan yang tidak terlalu jauh dan ekstrem. Sementara itu bila anak Anda sudah bersekolah, Anda juga harus menyesuaikan rencana liburan dengan jadwal liburan sekolah. Meski konsekuensinya biaya membengkak, Anda tidak ingin anak Anda bolos sekolah, bukan?

Bila menyesuaikan dengan liburan sekolah mungkin Anda hanya dapat berlibur 1-2 kali dalam waktu setahun. Namun jangan khawatir, bila itu masih kurang, Anda bisa menggunakan waktu akhir pekan untuk melarikan diri dari kejenuhan pekerjaan. Pilihlah tempat yang segar, bebas polusi, dan juga bermanfaat bagi pertumbuhan anak.

Hobi


Beberapa kawan melontarkan, liburan adalah hobi mereka. Biasanya acara jalan-jalan ini juga berkaitan dengan hobi lain, misalnya menyelam, fotografi, atau berbelanja! Orang-orang yang seperti ini akan cenderung berlibur lebih sering daripada mereka yang mungkin memiliki hobi lain. Anggaran dana pun pasti akan lebih besar.

Akhirnya, jangan lupakan bahwa inti liburan adalah untuk melepaskan diri dari kejemuan rutinitas sehari-hari. Jadi entah di dalam ataupun luar negeri, nikmati saja!

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/106-berapa-kali-harus-liburan-dalam-setahun

Parade Kumis Terunik Di Dunia (MUST SEE)


Berikut Ini Orang Orang yang mengikuti Parade Tersebut :

Quote:
Spoiler for 01:

Spoiler for 02:

Spoiler for 03:

Spoiler for 04:

Spoiler for 05:

Spoiler for 06:

Spoiler for 07:

Spoiler for 08:

Spoiler for 09:

Spoiler for 10:

Spoiler for 11:
ATAS PERMINTAAN KASKUSER MINtA PERWAKILAN DARI INDONESIA

Spoiler for Buka:


Tambahan Dari agan
Quote:
boleh nambahin kan gan

adolf
Spoiler for hitler:





http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7411905

Empat Pelajar Indonesia Raih Penghargaan Sains dari Cina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Empat pelajar sekolah lanjutan tingkat atas Indonesia memperoleh penghargaan internasional dari "China Association for Science and Technology (CAST)" di ajang Pameran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional Intel (ISEF) 2011.

Keterangan tertulis dari pihak sponsor "Intel Indonesia" yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan, empat pelajar dimaksud adalah dua pelajar dari Yogyakarta yaitu Yan Freski dan Darmadi. Dua pelajar lainnya dari Tangerang yaitu Andrey Halim dan Reyner Jong.

Yan Freski dan Darmadi menerima penghargaan "First Place Award" dari CAST berkat penelitian mereka terhadap faktor-faktor yang menentukan aliran Sungai Opak ke Samudera Hindia.

Bukan hanya penghargaan, ISEF yang merupakan program dari "Society for Science & The Public", juga memberikan hadiah senilai 3.000 dolar AS kepada Yan Freski dan Darmadi untuk penelitian mereka.

Sementara Andrey Halim dan Reyner Jong menerima penghargaan berupa "Certificate of Honorable Mention" dari "Society of Exploration Geologists" untuk penelitian mereka dalam penggunaan komposit berbasis bambu untuk bahan bangunan tahan gempa.

Society for Science & the Public sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk keterlibatan publik dalam pendidikan dan penelitian ilmiah. Organisasi ini memiliki dan mengelola ISEF yang pertama kali dialaksanakan pada tahun 1950.

Tahun 2011 ini, lebih dari 1.500 peneliti dan inovator muda berpartisipasi dalam International Science and Engineering Fair (ISEF) 2011 yang merupakan lomba penelitian ilmiah sekolah lanjutan tingkat atas di dunia.

Mereka dipilih dari pelaksanaan 443 lomba penelitian ilmiah sebelumnya di 65 negara. Perancis, Tunisia, Uni Emirat Arab dan Macau termasuk negara yang pertama kali berpartisipasi di ISEF tahun 2011.

Related Posts with Thumbnails

Entri Populer