Labels

Ajaib (105) Akhir Zaman (12) Akuntansi (1) Alam (344) Aneh (896) Anime (19) Asal Usul (175) Cerita (73) Cewek (73) Cowok (37) Design (143) Download (7) Ekonomi (28) Fakta (2345) Fenomena (80) fotografi (74) Games (4) Geografi (53) Gila (92) GO Green (58) Hebat (669) Hewan (262) Ilusi (11) Indah (268) Indonesia (197) informasi (3209) Inspirasi (126) Kamus (2) Kecantikan (79) kesehatan (607) Langka (58) lifestyle (232) Love (3) Lucu (156) Makanan (115) Mantap (448) Menakjubkan (1400) Misteri (64) Mitos (39) Movie (1) Otomotif (59) Parfum (2) Puzzle (19) Rapture (2) Relationship (81) Renungan (27) Resensi (3) Resep (3) Science (190) Seni (93) Serba 10 (442) Sport (99) Teknologi (391) Tips (768) Travel (101) Trik (471) Unik (1072) Wallpapers (1)

Thursday, March 17, 2011

Keistimewaan Orang Tidur Sebentar

Keistimewaan Orang Tidur Sebentar

Jakarta - Kehilangan waktu tidur adalah hal yang merugikan dan kerap menjengkelkan. Tubuh bisa cepat lelah, mengantuk dan konsentrasi menurun. Tetapi, bagi sebagian orang yang mendapat "keistimewaan", kehilangan waktu tidur satu atau dua jam di malam hari tampaknya bukan masalah berarti.

Mereka yang mendapat anugrah itu adalah orang-orang yang secara alami tak butuh tidur berlama-lama atau juga disebut dengan istilah short sleeper. Menurut para ahli, orang-orang istimewa ini mengalami mutasi pada gen hDEC2, yang berfungsi mengatur siklus tidur. Mutasi inilah yang membuat mereka tak mengalami masalah walau harus kekurangan tidur.

Beberapa tokoh terkenal yang diyakini seorang short sleeper di antaranya adalah mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, aktor James Franco dan pebisnis dan ahli kuliner Martha Stewart. Menyoal apakah kecenderungan mereka selalu tidur sebentar karena faktor genetik atau karena kemauan keras memang belum diketahui secara pasti.

Menurut Ying-Hui Fu, profesor neurologi dari Universitas California San Francisco AS, mereka yang secara alami memiliki kecenderungan sebagai short sleeper memang memiliki keuntungan secara kompetitif. Walau begitu, mungkin tidak banyak orang di dunia ini mengalami mutasi gen tersebut.

"Sulit untuk mengatakan seberapa sering kasus mutasi ini terjadi," ujarnya.

Di laboratorium tempatnya bekerja, Fu hanya menemukan sekitar 20 sampai 30 orang yang mengalami mutasi genetik yang diyakini memberikan kontribusi terhadap kemampuan tidur hanya beberapa saat.

Sebagian besar mereka yang mengalami mutasi ini memang terbilang istimewa. Mereka memiliki dua jenis pekerjaan, karier yang sukses dan menikmati hobi yang beragam.

"Setiap hari, mereka punya dua atau tiga jam waktu luang untuk melakukan sesuatu. Mereka sangat aktif," ujar Fu.

Bagi orang lain pada umumnya, tubuh memerlukan istirahat selama tujuh atau delapan jam. Masalah justru akan muncul ketika kebutuhan tidur tidak terpenuhi. Dalam jangka panjang, orang yang tidur kurang dari enam jam terbukti berisiko lebih besar mengalami kematian, obesitas, serangan jantung dan stroke.

Saat ini belum ada penelitian yang mennjelaskan apakah risiko kesehatan pada kelompok short sleepers berkaitan dengan kurang tidur.

Pada 2009 dalam sebuah laporan yang dimuat jurnal Science, Fu dan timnya dari Universitas California berhasil mengidentifikasi ibu dan seorang anak perempuannya yang secara teratur tidur sekitar 6,25jam setiap hari. Hasil tes darah menunjukkan bahwa mereka mengalami mutasi yang mempengaruhi siklus selama 24 jam.

Fu mengatakan, ada kemungkinan mereka mengalami mutasi genetik yang mempengaruhi pola tidur.

"Mereka sangat enerjik. Empat sampai enam jam itulah waktu tidur mereka yang optimum," ungkap Fu mengomentari mereka yang mengalami mutasi genetik. (*/js)

http://www.wartanews.com/read/LifeStyle/05891dd3-509e-53a8-8b24-f2a1c9ae4717/Keistimewaan-Orang-Tidur-Sebentar

No comments:

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails

Entri Populer