














Kumpulan Fakta, Informasi serta berbagai hal unik, aneh, lucu dan menarik lainnya. . .








| Sejarah Setrika Periode Sebelum Masehi Setrika dipercaya mulai dikenal dan digunakan orang sejak 400 SM oleh bangsa Yunani. Saat itu, setrika digunakan untuk membuat lipatan-lipatan vertikal pada pakaian-pakaian kebesaran yang akan digunakan untuk melakukan upacara atau ritual tertentu. Bangsa Romawi juga tercatat pernah menggunakan setrika yang bentuknya sudah menyerupai setrika modern seperti sekarang. Setrika yang digunakan oleh bangsa Romawi saat itu dinamakan prelum. Jenis setrika ini menggunakan teknik pressing (tekanan), sehingga banyak orang yang menyebutnya mirip dengan alat pembuat anggur (winepress). Berdasarkan catatan lainnya, setrika juga dikenal dan digunakan oleh bangsa China sekitar abad ke-1 SM. Setrika ini berupa pot logam yang dapat diisi dengan bara api (arang membara). Sejarah Setrika pada Periode Masehi Seiring dengan berjalannya waktu, setrika juga terus mengalami perkembangan. Berikut ini urutan perkembangan setrika periode tahun Masehi hingga sekarang. * Awal abad ke-17 orang menggunakan setrika yang dikenal dengan sebutan sadiron. Setrika jenis ini berbentuk potongan logam yang tebal dengan permukaan rata dan diberi pegangan. Pada periode ini, setrika kemudian disempurnakan menjadi kotak logam bergagang yang dapat diberi bara api. * Akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20 ditemukan setrika cetak (cast iron). * Tahun 1800 ditemukan setrika gas (gas iron). * Tahun 1800-an ditemukan setrika listrik. ![]() ![]() Konsep Setrika Sadiron Setrika Besi Antik sebelum setrika arang, buatan tahun sekitar 1850 Setrika antik besi Made in England ![]() Setrika arang ayam jago Legendaris Setrika Arang Dolpin ![]() Setrika Listrik Antik Setrika minyak dengan tabung kuningan di vernekel di belakangnya Setrika arang kuningan Motif Perahu Setrika Arang Mini Setrika Kuningan ![]() Siapakah Orang yang Berperan Menemukan Setrika? Pada dasarnya, penemu “setrika kuno” tidak dapat ditentukan secara pasti karena belum ada bukti sejarah yang menerangkannya. Akan tetapi, banyak orang yang mempercayai kalau setrika listrik ditemukan oleh Henry W. Seely pada 1882. Setrika listrik yang ditemukan oleh Henry tersebut berupa setrika listrik datar yang masih mempunyai beberapa kelemahan, di antaranya lama untuk panas, tetapi sangat cepat dingin. Oleh karena itu, beberapa ilmuwan setelah Henry mencoba melakukan penyempurnaan-penyempurnaan terhadap teknologi setrika listrik. Adapun ilmuwan-ilmuwan tersebut antara lain sebagai berikut. * Crompton dan beberapa rekannya di perusahaan General Electrics menemukan setrika listrik bergagang pada 1892. * Earl Richardson dan Joseph Meyers melakukan penyempurnaan terhadap setrika listrik, sehingga pada 1926 ditemukan setrika uap. Saat ini, teknologi setrika listrik mengalami perkembangan yang pesat, sehingga saat ini di pasaran, setrika listrik terdapat dalam berbagai varian dan otomatisasi yang dapat memanjakan kita. |
| SUMBER |
Oleh Sigit Adinugroho
Mungkin tidak banyak turis Indonesia yang tahu soal Cairns, dibanding misalnya Brisbane atau Gold Coast yang terkesan lebih “glamor”. Cairns adalah kota kecil di pesisir timur laut Australia, yang lazim disebut sebagai wilayah “Far North Queensland” atau negara bagian Queensland Timur Jauh. Kota ini awalnya didirikan sebagai penyangga bagi pertambangan di daerah Sungai Hodgskin.
Posisinya lebih dekat ke pulau Papua, dan ia terletak strategis di dekat Great Barrier Reef, ekosistem karang terbesar di dunia yang populer untuk kegiatan menyelam dan snorkeling, atau untuk berwisata pulau dan pantai. Daerah ini juga dilindungi, dan kegiatan pariwisata diregulasi dan dilokalisasi.
Dapat diakses dari beberapa pintu masuk utama Australia, kota ini berjarak tiga jam dari Sydney dan dua atau tiga jam dari Darwin. Dulu Garuda Indonesia pernah terbang ke sini, tetapi sayang sekarang tidak lagi.
Saat ini, Cairns banyak dikunjungi turis Asia terutama dari Jepang. Hal ini dapat dilihat dari papan dan marka toko yang ditulis dengan huruf katakana. Ada penerbangan langsung dari Tokyo ke Cairns.
Iklim Cairns cenderung mendekati tropis mengingat posisinya yang sudah mendekati garis khatulistiwa, rentang suhunya adalah sekitar 24°C sampai 32°C pada musim panas dan 17°C - 26°C pada musim dingin. Suasana ini tentunya menjadi favorit bagi wisatawan domestik yang kebanyakan bermukim di bagian subtropis di selatan Australia, yang tidak ingin ke luar negeri untuk berwisata pantai.
Menurut saya, lokasinya ideal bagi mereka yang ingin suasana lebih tenang dari daerah padat pengunjung seperti Bali. Penduduknya tak lebih dari 130 ribu jiwa.
Apalagi kegiatan utama jika bukan mengunjungi Great Barrier Reef? Menumpangi kapal feri ke pulau terdekat seperti Pulau Green, Anda dapat menikmati berbagai opsi kegiatan wisata bahari seperti snorkeling, diving, bermain di pantai, atau menaiki kapal selam wisata untuk melihat bagian dasar perairan di sekitarnya.
Selesai berwisata bahari, kembali ke pusat kota Cairns dan nikmati wisata kuliner di tempat-tempat makan pinggir jalan di sekitar The Esplanade. Dari makanan murah sampai mahal, ada di sini. Anda juga bisa menikmati makanan bakar di pinggir pantai.
Masih di sekitar The Esplanade, ada kolam renang buatan yang menghadap ke pantai dan bisa dinikmati oleh umum secara gratis. Menarik untuk dicoba bersama keluarga.
Jika Anda ingin berpetualang sedikit, sewalah mobil untuk pergi ke Daintree Forest, taman hutan hujan tropis (barangkali hanya di daerah ini di Australia), berjalan kaki/trekking, melihat fauna asli Australia seperti koala, burung frogmouths, burung kookaburra, wallaby, buaya, kura-kura, burung kasuari, kangguru pohon dan ular piton. Bagi yang senang wisata olahraga, bisa mencoba arung jeram dan terjun payung. Harganya bisa ratusan dolar.
Ada beberapa pilihan akomodasi. Akomodasi tarif murah, untuk para backpacker (Cairns memang salah satu tujuan backpacker dari seluruh dunia). Harganya relatif murah, mulai dari A$ 15 untuk tempat tidur bermodel asrama. Lalu ada akomodasi tarif menengah, hotel bintang tiga. Rentang harga dari A$ 60 – 200. Terakhir, jika mampu, Anda dapat memilih akomodasi mewah, hotel bintang lima. Rentang harga mulai dari A$ 200.
Sigit Adinugroho mengisi blog perjalanan di www.ranselkecil.com.













|
| Sydney - Perusahaan elektronik berlomba-lomba menciptakan tablet dengan sejumlah permainan yang digemari anak-anak. Namun tak disadari anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam dengan tablet seperti iPad atau merek lainnya. Padahal permainan berteknologi ini berisiko bagi anak-anak yang mengarah ke cedera permanen jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik lainnya. Berhati-hatilah, banyak anak-anak muda generai iPad mulai mengeluh akibat cedera orang dewasa seperti RSI atau cedera regangan berulang, dan sakit leher. Ini disebabkan mereka sering menggunakan tablet elektronik, iPhone, atau gadget lainnya. Menurut ahli medis, pengguna mainan berteknologi yang masih muda mengeluh mengalami cedera regangan berulang-ulang di ibu jari, pergelangan tangan, dan siku, leher yang kaku, sakit kepala, dan bahu yang sakit, Senin (30/1). Presiden Chiropractors Association of Australia (NSW) Dr Kerein Earney mengatakan, anak-anak berisiko mengalami cedera permanen akibat luka yang biasanya berhubungan dengan pekerja kantor akibat penggunaan tablet yang berlebihan, smartphone, controller, dan permainan genggam. Dr Earney mengatakan, dia melihat pasien berusia delapan tahun dengan kurva leher berlawanan yang disebabkan bermain game genggam. Dia juga melihat seorang anak usia 15 tahun yang menghabiskan liburan sekolah dengan menonton televisi dan bermain game koputer dan mengalami nyeri otot dan migrain. "Ketika anak-anak memainkan game atau menggunakan mainan berteknologi, mereka sering berselonjor di kursi, kepala tertunduk dan mereka banyak menekan kepala mereka," katanya. "Mereka seperti itu untuk jangka waktu yang cukup signifikan dan ini kita temukan pada banyak anak. Saya pribadi telah memperhatikan dan rekan-rekan saya juga melihat lebih banyak anak yang datang dengan keluhan seperti orang dewasa seperti RSI di pergelangan tangan dan siku karena mereka bermain game komputer atau SMS yang begitu sering. "Ini adalah masalah karena jika anak berkondisi demikian, itu benar-benar mulai membuat tulang di leher mulai memburuk lebih awal. Ini akan berakhir menjadi mahal dan akan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.." Dr Earney mengatakan dia juga melihat lebih banyak orang dewasa yang menghabiskan banyak waktu bermain dengan perangkat elektronik mereka. "Saya tidak berpikir orang menyadari dampak dari permainan elektronik dan media elektronik dan peralatan yang mereka gunakan." Michael Papadakis mengatakan putranya William, 10, dan Kwak, 8, memiliki akses ke perangkat termasuk iPod, Nintendo DS, PlayStation 3, Xbox dan iPad tetapi mereka juga sangat aktif. "Pandangan umum saya adalah segalanya tidak berlebihan. Ini baik untuk fisik, tidak apa-apa menetap selama ada keseimbangan," kata Papadakis. |
Ternyata Teknologi pun bisa berbahaya, kayaknya kita harus semakin cerdas memanfaatkan kecanggihan teknologi |