Label

Ajaib (105) Akhir Zaman (12) Akuntansi (1) Alam (344) Aneh (896) Anime (19) Asal Usul (175) Cerita (73) Cewek (73) Cowok (37) Design (143) Download (7) Ekonomi (27) Fakta (2346) Fenomena (80) fotografi (74) Games (4) Geografi (53) Gila (92) GO Green (58) Hebat (670) Hewan (262) Ilusi (11) Indah (268) Indonesia (196) informasi (3209) Inspirasi (126) Kamus (2) Kecantikan (79) kesehatan (607) Langka (58) lifestyle (232) Love (3) Lucu (156) Makanan (115) Mantap (448) Menakjubkan (1401) Misteri (64) Mitos (39) Movie (1) Otomotif (59) Parfum (2) Puzzle (19) Rapture (2) Relationship (81) Renungan (27) Resensi (3) Resep (3) Science (190) Seni (93) Serba 10 (443) Sport (99) Teknologi (391) Tips (768) Travel (101) Trik (471) Unik (1072) Wallpapers (1)

Kamis, 31 Mei 2012

Ditemukan Obat untuk Atasi Kegilaan Belanja

Ghiboo.com - Empat dari lima penderita shopaholics adalah wanita. Masalah yang sering dihadapi para shopaholics adalah ketidakmampuan mereka untuk tidak membeli barang yang tidak mereka butuhkan.

Para penggila belanja atau shopaholics kini tak perlu bingung untuk menghentikan kebiasaannya. Sebuah pil yang dirancang untuk mengobati Alzheimer bisa membantu para shopaholics untuk menghentikan kebiasaan buruknya.

Hasil temuan ini didapatkan setelah para psikoater melakukan sebuah tes dengan meminta beberapa peserta berusia 19-59 tahun yang telah didiagnosis memiliki gangguan perilaku belanja kompulsif untuk meminum sebuah obat, yang disebut memantine, yang biasanya diresepkan kepada penderita Alzheimer.

Hasil uji klinis selama delapan minggu menunjukkan peserta yang meminum pil ini menunjukkan adanya pengurangan jumlah waktu belanja dan keinginan untuk berbelanja lebih berkurang.

Memantine awalnya dirancang untuk penderita Alzheimer. Obat ini bekerja pada glutamat kimia otak yang diduga terlibat dalam pengembangan demensia, tetapi juga diyakini bisa mengatasi masalah OCD (gangguan obsesif kompulsif).

"Temuan kami menunjukkan bahwa manipulasi farmakologis dari sistem glutamat dapat menargetkan perilaku impulsif yang mendasari pembelian kompulsif," ungkap peneliti dan psikolog Dr Cecilia D'Felice kepada Dailymail (29/5).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails

Entri Populer