Label

Ajaib (105) Akhir Zaman (12) Akuntansi (1) Alam (344) Aneh (896) Anime (19) Asal Usul (175) Cerita (73) Cewek (73) Cowok (37) Design (143) Download (7) Ekonomi (27) Fakta (2346) Fenomena (80) fotografi (74) Games (4) Geografi (53) Gila (92) GO Green (58) Hebat (670) Hewan (262) Ilusi (11) Indah (268) Indonesia (196) informasi (3209) Inspirasi (126) Kamus (2) Kecantikan (79) kesehatan (607) Langka (58) lifestyle (232) Love (3) Lucu (156) Makanan (115) Mantap (448) Menakjubkan (1401) Misteri (64) Mitos (39) Movie (1) Otomotif (59) Parfum (2) Puzzle (19) Rapture (2) Relationship (81) Renungan (27) Resensi (3) Resep (3) Science (190) Seni (93) Serba 10 (443) Sport (99) Teknologi (391) Tips (768) Travel (101) Trik (471) Unik (1072) Wallpapers (1)

Selasa, 27 September 2011

Seorang Pria Jatuh ke Jurang, Empat Hari Merayap di Gurun untuk Selamatkan Diri

ilustrasi (Thinkstock)

Melbourne (ANTARA/AAP-OANA) - Seorang pria merangkak selama empat hari menyeberangi gurun Utah,Amerika Serikat setelah kakinya patah saat ia melakukan pendakian sendirian, tindakan yang diilhami oleh film Hollywood tentang seorang pria yang membuntungi lengannya setelah tertindih batu besar di jurang yang sama.

Amos Wayne Richards (64) dari Concord, North Carolina, sekarang mulai pulih di rumahnya.

Petugas Canyonlands National Park menemukan Richards empat hari setelah ia jatuh dari ketinggian tiga meter di Little Blue John Canyon pada 8 September, demikian laporan AAP, yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin. Selain Richards menderita cedera pada kakinya, tulang pundaknya juga terlepas tapi ia bisa mengembalikannya ke tempatnya.

"Saya memerlukan waktu tiga atau empat menit untuk mengobati pundak saya dan mengembalikan tulangnya ke tempatnya dan segera setelah tulang itu kembali ke tempatnya, saya berdiri dan menyadari pergelangan kaki saya sedikit cedera," kata Richards kepada MBTV di Charlotte.

Tanpa sinyal telefon genggam dan cuma memiliki dua potong protein untuk dimakan, Richards mulai merangkak kembali ke mobilnya di seberang daratan terjal tersebut. Ia mengisi botol airnya dengan air hujan saat ia dengan penuh penderitaan menyusuri jalannya, akhirnya ia menyeret dirinya untuk menempuh jarak hampir delapan kilometer.

"Saya sebenarnya mengikuti GPS saya, merangkak di bekas jejak kaki saya ...," kata Richards.

Penjaga taman nasional mulai mencari Richards pada 9 September, setelah tempat berkemahnya ditemukan kosong, kata Denny Ziemann, kepala petugas taman nasional Canyonlands and Arches.

Mereka menemukan mobil Richards dua hari kemudian di jalan menuju Little Blue John Canyon, yang merupakan bagian dari daerah terpencil Canyonlands dan Maze District tapi secara teknis itu berada di luar perbatasan taman nasional.

"Pencarian dilakukan dengan sangat cepat" dan segera mereka menyadari Richards telah melakukan pendakian, kata Ziemann.

Dalam waktu beberapa jam, satu helikopter menemukan Richards --yang menggunakan lampu di kameranya untuk menarik perhatian pilot helikopter, cuma dua kilometer dari mobilnya.

Richards dirawat karena cedera di kakinya dan kekurangan cairan, di rumah sakit di Moab, Utah, sebelum kembali ke North Carolina untuk menjalani pengobatan.

Ziemann mengatakan hasilnya mungkin bisa lebih buruk lagi bagi Richards, sebab ia mendaki sendirian dan tanpa memberitahu siapa pun mengenai rencananya. Temperatur di wilayah itu di atas 20 derajat Celsius pada siang hari dan di atas 10 derajat pada malam hari.

Pada 2003, pendaki Aron Ralston melakukan pendakian di tempat yang sama tanpa memberitahu siapa pun mengenai rencananya. Ia terjebak batu besar dan dipaksa memotong lengannya untuk membebaskan diri.

Ralston merinci perjuangannya di satu buku. Kisahnya belakangan diadaptasi ke film yang mendapat nominasi Oscar, "127 Hours".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails

Entri Populer