Labels

Ajaib (105) Akhir Zaman (12) Akuntansi (1) Alam (344) Aneh (896) Anime (19) Asal Usul (175) Cerita (73) Cewek (73) Cowok (37) Design (143) Download (7) Ekonomi (28) Fakta (2345) Fenomena (80) fotografi (74) Games (4) Geografi (53) Gila (92) GO Green (58) Hebat (669) Hewan (262) Ilusi (11) Indah (268) Indonesia (197) informasi (3209) Inspirasi (126) Kamus (2) Kecantikan (79) kesehatan (607) Langka (58) lifestyle (232) Love (3) Lucu (156) Makanan (115) Mantap (448) Menakjubkan (1400) Misteri (64) Mitos (39) Movie (1) Otomotif (59) Parfum (2) Puzzle (19) Rapture (2) Relationship (81) Renungan (27) Resensi (3) Resep (3) Science (190) Seni (93) Serba 10 (442) Sport (99) Teknologi (391) Tips (768) Travel (101) Trik (471) Unik (1072) Wallpapers (1)
Showing posts with label Games. Show all posts
Showing posts with label Games. Show all posts

Thursday, August 4, 2016

Selamat tinggal, Snapchat? Instagram meniru fitur Snapchat dengan Instagram Stories

CEO Instagram mengaku bahwa fitur baru ini memang terinspirasi Snapchat Stories: "Snapchat berhak mendapatkan penghargaan." 

FITUR BARU. Instagram meluncurkan Instagram Stories, Rabu, 2 Agustus. Foto dari blog Instagram.
FITUR BARU. Instagram meluncurkan Instagram Stories, Rabu, 2 Agustus. Foto dari blog Instagram. 
 
Instagram meluncurkan fitur baru Instagram Stories, yang memungkinkan pengguna "berbagi semua momen dari hari" mereka dalam foto dan video yang disajikan dalam format slideshow. Foto dan video ini akan hilang setelah 24 jam.

Fitur ini sangat mirip dengan fitur sebuah aplikasi mobile lain: Snapchat. Dengan Snapchat Stories, pengguna juga dapat berbagi foto dan video yang akan hilang setelah tidak lebih dari 24 jam.

Instagram mengumumkan fitur baru ini dalam blognya, Selasa, 2 Agustus.

"Today, we’re introducing Instagram Stories, a new feature that lets you share all the moments of your day, not just the ones you want to keep on your profile. As you share multiple photos and videos, they appear together in a slideshow format: your story. With Instagram Stories, you don’t have to worry about overposting. Instead, you can share as much as you want throughout the day — with as much creativity as you want. You can bring your story to life in new ways with text and drawing tools. The photos and videos will disappear after 24 hours and won’t appear on your profile grid or in feed. You’ll see stories from people you follow in a bar at the top of your feed — from your best friends to your favorite popular accounts. When there’s something new to see, their profile photo will have a colorful ring around it. To view someone’s story, just tap on their profile photo. It’s easy to view stories at your own pace: tap to go back and forward or swipe to jump to another person’s story. If you want to comment on something you see, you can tap and send a private message to that person on Instagram Direct. Unlike regular posts, there are no likes or public comments. Your story follows the privacy settings of your account. If you set your account to private, your story is visible only to your followers. However, you can also easily hide your entire story from anyone you don’t want to see it, even if they follow you. When watching your own story, swipe up to check out who’s seen each photo and video. You can even choose to feature a particular part of your story by posting it on your profile. Instagram has always been a place to share the moments you want to remember. Now you can share your highlights and everything in between, too. Instagram Stories will be rolling out globally over the next few weeks on iOS and Android. To learn more, check out help.instagram.com.  "

Dalam interview degan TechCrunch, CEO Instragram, Kevin Systrom secara terbuka mengaku bahwa Instagram Stories bukan sesuatu yang orisinil dan memang menyerupai Snapchat Stories. "Mereka (Snapchat) berhak mendapatkan penghargaan."

"Ini bukan soal siapa yang pertama kali membuat sebuah inovasi," lanjut Systrom. "tapi bagaimana kamu menerapkan inovasi tersebut secara tepat ke dalam produk yang kamu miliki."

Masih harus dilihat bagaimana fitur baru ini akan mempengaruhi dunia media sosial. Apakah Instagram Stories akan memakan pengguna Snapchat? Tulis pendapatmu di kotak komentar di bawah ini
 
http://www.rappler.com/indonesia/141766-instagram-snapchat-stories

Wednesday, August 3, 2016

Perjuangan 20 Tahun Kreator "Pokemon Go"

 NextShark Pendiri dan CEO Niantic John Hanke.

Kesuksesan Pokemon Go terkesan begitu instan dan terburu-buru. Hanya dalam dua pekan setelah dirilis, game mobile keluaran Nintendo itu mampu meraup pendapatan rata-rata Rp 26 miliar per hari dari fitur berbayar alias in-app purchase. Popularitasnya pun sudah mengalahkan terminologi "porno" pada mesin pencari.

Yang paling fenomenal, Pokemon Go mampu menciptakan kebiasaan baru bagi netizen. Selain selfie, netizen kini juga doyan berkeliaran di jalanan nyata untuk berburu Pokemon liar di dalam game.

Penyatuan dunia nyata dan game pada Pokemon Go dimungkinkan teknologi augmented-reality dan global positioning system (GPS). Ide brilian tersebut datang dari John Hanke yang merupakan pendiri sekaligus CEO Niantic Labs.

Niantic Labs sendiri merupakan studio game yang mengembangkan Pokemon Go, bekerja sama dengan Nintendo dan Pokemon Company.

"Saya selalu berpikir bisa membuat game keren dengan data GPS. Kita bisa bertualang di dunia nyata dalam basis game," kata Hanke.

Proses 20 tahun
Di balik kesuksesan Pokemon Go yang seakan diraih sekejap, Hanke mengalami proses jatuh bangun selama lebih kurang 20 tahun. Semua bermula pada tahun 1996, ketika Hanke masih duduk di bangku sekolah.

Kala itu ia berhasil mengembangkan game berjenis massively multiplayer online (MMO) dengan nama Meridien 59. Hanke kemudian menjual game itu kepada perusahaan konsol game 3DO. Dana yang terkumpul digunakan untuk mewujudkan ambisi utamanya mengembangkan peta digital.

Pada tahun 2000, Hanke akhirnya mendirikan perusahaan pemetaan digital 3D bertajuk Keyhole. Google melihat potensi teknologi yang dikembangkan Keyhole dan mencaplok perusahaan itu pada 2004.

Teknologi Keyhole menjadi cikal bakal Google Earth. Hanke diposisikan sebagai nakhoda dalam divisi Google Geo yang membawahkan tiga layanan, yakni Google Earth, Google Maps, dan Google Street View.

Bikin startup sendiri
Hanke berkarier di Google selama enam tahun hingga 2010. Pada satu titik, Hanke memutuskan untuk membuat startup sendiri bernama Niantic Labs yang didanai Google. Startup itu fokus menciptakan game berbasis peta sesuai dengan impian Hanke.

"Saya selalu berpikir bisa membuat game keren dengan menggunakan data geolokasi. Kita bisa merasakan petualangan nyata pada basis game," kata Hanke.

Game pertama yang diluncurkan Niantic adalah Ingress. Menurut Hanke, ide game tersebut terinspirasi dari khayalannya untuk pulang dan pergi dari rumah ke kantor Google. Sayangnya, percobaan pertama Hanke gagal di pasaran. Ingress tak mendapat penerimaan sebagaimana diharapkan.

Meski begitu, Hanke tak patah semangat. Pada 2014, ia melihat ada peluang besar dari proyek guyonan April Mop yang dibuat Google dan Pokemon Company. Saat itu antusiasme netizen memang membeludak.

Padahal, mekanisme guyonan itu simpel: netizen bisa melihat monster-monster Pokemon berkeliaran dalam Google Maps. Ide itu muncul dari staff Maps bernama Tatsuo Nomura yang belakangan menjadi Product Manager Niantic.

Ide Nomura mendapat penerimaan dari semua jajaran tim Maps. Kebetulan, staf lainnya bernama Kento Suga kenal dengan orang-orang di Pokemon Company.

Suga lah yang menjembatani hubungan Google dan Pokemon Company hingga proyek guyonan bertajuk Pokemon Challenge terealisasi. Belakangan, Suga pun bekerja untuk Hanke di Niantic sebagai Marketing Manager.

Begitu Pokemon Challenge selesai, Hanke tak menunggu lama untuk mengembangkan Pokemon Go pada tahun itu juga. Ia yakin lelucon April Mop itu bakal sukses jika dibuatkan game sungguhannya.

"Waktu itu saya dan Hanke ketemu Ishihara dan kami berdiskusi hingga tercetus ide membuat Pokemon Go," kata Nomura dalam panel diskusi ajang E3 2016 beberapa saat lalu.

Mendekati investor
Hanke sadar idenya mewujudkan Pokemon Go lewat Niantic butuh dukungan investor. Ia pun mendekati Pokemon Company dan Nintendo pada 2015. Pendekatan ke dua perusahaan itu dilakukan dengan strategi berbeda.

Pokemon Company lebih mudah didekati dengan bekal Hanke sebagai pekerja Google yang bersinggungan langsung dalam proyek April Mop pada 2014. Jodoh Hanke dan Pokemon Company diperkuat karena CEO Pokemon Company Tsunekazu Ishihara adalah gamer sejati Ingress.

Komunikasi di antara mereka terjalin lebih santai. Pokemon Company pun mengucurkan dana dan merestui langkah Hanke membuat Pokemon Go.

Sementara itu, pendekatan ke Nintendo lebih didasari kesamaan visi. Saat itu almarhum Satoru Iwata masih menjabat CEO Nintendo. Ia berdiskusi dengan Hanke dan keduanya memiliki cita-cita serupa, yakni memungkinkan masyarakat beranjak dari kursinya dan berpindah tempat saat bermain game.

"Mereka (Iwata dan Hanke) sama-sama setuju bahwa game harus menjadi sesuatu yang membuat keluarga bermain bersama, serta mengoneksikan orang-orang. Ini meninggalkan kesan yang kuat pada saya," kata neuroscientic Jepang, Ryu Kawashima. Ia dikenal atas kemunculannya di serial video Brain Age untuk Nintendo DS dan Nintendo 3DS.

Di tengah kesulitan bisnis Nintendo menghadapi penurunan penjualan konsol game, perusahaan Negeri Sakura itu akhirnya percaya kepada Niantic dalam upaya mewujudkan Pokemon Go.

Hanke mengumpulkan dana 25 juta dollar AS atau Rp 328 miliar dari Google, Nintendo, Pokemon Company, dan investor lain untuk membentuk tim Pokemon Go. Ada sekitar 40 orang yang menjadi anggota tim.

Mendobrak stereotipe
Hanke pun akhirnya mewujudkan cita-citanya bersama Iwata. Citra gamer yang biasanya lekat dengan gaya hidup tak sehat kini bergeser pelan-pelan. Setidaknya, pemain Pokemon Go tak bisa berjam-jam diam dalam rumah, lupa makan, dan lupa bersosialisasi karena terlarut dalam game.

Hanke merancang Pokemon Go untuk memaksa gamer bergerak ke sana kemari dengan cara menyenangkan, yakni mencari monster-monster virtual di dunia nyata. Gerakan fisik pemain pun dibayar dengan temuan Pokemon dan item-item bermanfaat yang tersebar pada titik-titik Pokestop.

Selain mendorong gamer agar bergerak, Hanke juga ingin mengajak pemain untuk mengeksplor lingkungan sekitar. Dengan begitu, pemain bisa terus belajar dan mendapat pencerahan dari hal-hal yang terjadi di sekeliling.

Terakhir, Hanke berharap para pemain Pokemon Go bisa berkenalan dengan sesama komunitas pemain. Hal itu bisa terjadi saat sama-sama hendak mencari Pokemon di jalan, lalu berlanjut mengobrol hal-hal lainnya.

Pokemon Go resmi meluncur pada 6 Juli 2016 di AS, Australia, dan Selandia Baru. Meski baru hadir resmi di tiga negara, netizen negara lain bisa turut memainkan Pokemon Go.

Mereka menggunakan beberapa trik, antara lain dengan membuat akun Apple di tiga negara resmi atau mengunduh APK bagi pengguna Android.

Popularitas Pokemon Go berhasil meningkatkan nilai saham Nintendo hingga lebih dari 50 persen. Nilai perusahaan pun naik menjadi 12 miliar dollar AS atau sekitar Rp 157 triliun.

Dengan ini, ketelatenan dan fokus Hanke pada game berbasis GPS nyatanya tak sia-sia. Entah apa lagi ide "gila" Hanke yang bakal menjadi tren global selanjutnya.

http://tekno.kompas.com/read/2016/07/22/20080057/perjuangan.20.tahun.kreator.pokemon.go.?utm_source=RD&utm_medium=inart&utm_campaign=khiprd

Cara Mendapatkan Koin Gratis di "Pokemon Go"

 Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Ilustrasi bermain Pokemon Go

Untuk membeli beberapa item tertentu, pemain Pokemon Go bisa menggunakan uang dalam game yang disebut sebagai Pokecoin.

Supaya bisa mendapatkannya, pemain bisa menggunakan uang nyata dan melakukan transaksi melalui Google Play Store untuk Android atau Apple App Store untuk iOS.

Selain membelinya dengan akun Play Store, ternyata pemain juga bisa mendapatkannya secara gratis. Caranya adalah dengan menguasai Gym. 

Satu-satunya cara mendapatkan Pokecoin secara gratis melalui gameplay game adalah dengan merebut dan mempertahankan Gym.

Caranya adalah seperti berikut ini. Kunjungi sebuah Gym, kemudiah bertarunglah dan kalahkan penjaga Gym yang sudah ada. Anda juga bisa menguasai Gym saat tempat tersebut masih berwarna putih alias belum ada penjaganya.

Setelah menguasai Gym selama 21 jam, pemain akan mendapatkan "upah" berupa Pokecoin. Caranya dengan mengunjungi Shop dan menekan tombol pengambil uang (cash in) berbentuk seperti perisai di bagian kanan atas.

Niantic Tombol Shop-In di menu Shop game "Pokemon Go".
 
Jumlah Pokecoin yang didapatkan adalah 10 koin ditambah 500 di setiap monster yang ada di Gym selama 21 jam. Artinya, jika Anda menjadi penguasa di 10 Gym, setidaknya bakal mendapatkan 100 PokeCoins dan 5.000 Stardust.

Apa saja yang bisa dibeli menggunakan Pokecoin?

Berikut daftar item yang bisa dibeli di Shop menggunakan Pokecoin.

- Poke Ball: 100 Pokecoin untuk 20 Poke Ball, 460 Pokecoin untuk 100 Poke Ball, 800 Pokecoin untuk 200 Poke Ball

- Incense: 80 Pokecoin untuk 1 Incense, 500 Pokecoin untuk 8 Incense, 1.250 Pokecoin untuk 25 Incense

- Lucky Egg: 80 Pokecoin untuk 1 Lucky Egg, 500 Pokecoin untuk 8 Lucky Egg, 1.250 Pokecoin untuk 25 Lucky Egg

- Lure Module: 100 Pokecoin untuk 1 Lure Module dan 680 Pokecoin untuk 8 Lure Module

- Egg Incubator: 150 Pokecoin untuk 1 Egg Incubator

- Bag Upgrade: 200 Pokecoin untuk satu item ini

- Pokemon Storage Upgrade: 200 Pokecoin untuk satu item ini

Satu hal yang harus diingat, Pokecoin sangat sulit dan mahal untuk didapatkan. Sebaiknya gunakan Pokecoin dengan bijak.

http://tekno.kompas.com/read/2016/07/28/20110087/Cara.Mendapatkan.Koin.Gratis.di.Pokemon.Go.?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=kpoprd

Download "Pokemon Go" Versi Terbaru, Apa Saja Bedanya?

Dok. HaloMoney.co.id Pokemon GO

Niantic merilis pembaruan game Pokemon Go versi 0.31.0 untuk Android. Studio game yang didirikan John Hanke tersebut mengatakan bakal segera memboyong update serupa untuk iOS dalam waktu dekat.

Pembaruan ini membawa kabar baik sekaligus buruk bagi para pemain. Dimulai dari kabar baik, Niantic mengatakan bug pada game fenomenal tersebut telah diberantas.

Kabar buruknya, Niantic menghapus fitur jejak kaki virtual yang menunjukkan bahwa Pokemon liar sedang dekat dengan lokasi pemain, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Minggu (31/7/2016) dari BusinessInsider.

Para pemain tampak kecewa dengan keputusan Niantic menghapus fitur itu. Setidaknya begitulah yang diutarakan dalam diskusi beberapa pemain via forum online Reddit. Menurut mereka, jejak kaki virtual menambah keseruan Pokemon Go karena membuat pemain berharap dan deg-degan dalam waktu bersamaan.

Diketahui, jejak kaki itu sejatinya berjumlah tiga ketika Pokemon tertentu berada dalam radar namun masih pada jarak lumayan jauh. Perlahan, jejak itu berkurang menjadi dua lalu satu, seriring dengan jarak yang makin dekat antara pemain dengan sang Pokemon.

Tapi, belakangan jejak itu terus-terusan berjumlah tiga, baik Pokemon dalam jarak dekat maupun jauh. Alih-alih memperbaiki gangguan itu, Niantic justru memangkasnya.

Rumor yang beredar menyebut kemampuan jejak kaki adalah salah satu beban paling berat bagi server Pokemon Go. Karena itu, tim Niantic menghapusnya dan memilih meningkatkan fungsi fitur lain.

Hal ini belum dibenarkan secara resmi oleh pihak Niantic. Yang jelas, masih ada beberapa pembaruan lain dari versi 0.31.0 seperti berikut.

1. Avatar bisa dimodifikasi ulang dari layar profil Trainer.
2. Penyesuaian nilai cedera saat Pokemon berpindah dalam pertarungan.
3. Mempercantik animasi Gym tertentu.
4. Memperbaiki masalah penyimpanan.
5. Memodifikasi kalkulasi cedera dalam pertarungan.
6. Memperbaiki beragam bug saat Pokemon bertarung.
7. Memperbarui layar detail Pokemon.
8. Memperbarui gambar untuk medali pencapaian.
9. Memperbaiki masalah tampilan fitur lokasi.
10. Memperbaiki beberapa kesalahan teks.

Pembaruan ini tersedia di Google Play Store bagi negara-negara resmi Pokemon Go. Indonesia yang belum tercatat resmi masih harus mengandalkan versi APK-nya.

APK Pokemon Go versi 0.3.01 bisa diunduh di tautan berikut ini.

http://tekno.kompas.com/read/2016/07/31/13205317/download.pokemon.go.versi.terbaru.apa.saja.bedanya.
Related Posts with Thumbnails

Entri Populer