Friday, July 22, 2011

Kebusukan Omega Film & 21 Group (Yg Ngebet Nonton Harry Potter & Transformers Masuk!)

Factera sekalian udah tahu kan, Harry Potter 7 dan Transformers 3 bentar lagi masuk ke Indonesia?
Udah tahu juga kisah dibalik rilis kedua film tersebut di Indonesia?
Mari kita simak bersama


Spoiler for Harry Potter and the Deadly Hallows part 2:
Quote:

Spoiler for Transformers 3: Dark of the Moon:

Quote:


Spoiler for disclaimer:
Quote:
Sebelumnya, tulisan di bawah ini bukan tulisan TS, melainkan tulisan dari Ilham Bintang, Pimpinan Redaksi majalah Cek & Ricek, yang ditulis di akun twitternya yaitu @ilham_bintang, pada Hari Kamis, 7 Juli 2011, sekitar pukul 7 pagi.



Quote:
1. Selamat pagi tweeps, saya akan bicara lagi soal impor film. Rabu kemarin, "HarryPorter7" & "Transfoermers" msk LSF untuk disensor.
Quote:
2. Itu artinya, paling lama seminggu lagi film itu akan diputar di seluruh jaringan bioskop 21 di tanah air. Setiap film didukung 100 copy.
Quote:
3. Yang " mengimpor" film produksi aggta MPAA itu PT Omega Film, perusahaan baru yg didrikan 17 Januari2011 didepan notaris Ilmiawan Dekrit S.H.
Quote:
4. Omega Film didirikan oleh pemilik 21 Group lantaran dua perusahaan impor filmnya diblokir Ditjen Bea Cukai karena tak bayar kewajiban beanya
Quote:
5. Dua perusahaan itu adalah Camila Internusa Film & PT Satrya Perkasa Esthetika Film. Jumlah bea masuk & denda yg tak dibayar Rp 250 miliar.
Quote:
6. Omega Film mau dikesankan sebagai perusahaan impor baru yg datang dari luar Group 21. Artinya, dia tak harus bayari utang bea masuk.
Quote:
7. Majalah Tempo & Kompas (Ditulis kritikus film Kristanto JB) tiga minggu lalu sudah membongkar praktek busuk tersebut.
Quote:
8. Omega terbukti adalah perusahaan yang dibentuk baru oleh pemain lama atau pihak 21 Group. Bahkan, mereka sengaja menunjuk kurir jadi direksinya.
Quote:
9. Kementerian Keuangan pun segera beraksi, Omega Film pun diblokir izinnya. Tidak hanya itu, 5 perusahaan baru lain dari 21 Group jg diblokir
Quote:
10. Omega diblokir tapi Menbudpar Jero Wacik yang bereaksi. 2 statementnya yg pertama kali dimuat detik..com memperlihatkan dia amat berang.
Quote:
11. Statementnya yg pertama, Menbudpar tidak mau perduli terhadap monopoli yang penting buat dia film2 jenis HarryPorter harus masuk di Indonesia.
Quote:
12. Statement kedua, dia marah betul mengapa Kemenkeu harus tarik pajak atas royalti film impor itu. "Jangan cari pajak di film", katanya.
Quote:
13. Kepala Badan Fiskal Kemenkeu, Bambang, balas mengejek Menbudpar sebagai orang tidak punya kesadaran berbangsa. Jerok Wacik tarik ucapannya.
Quote:
14. Meskipun tarik ucapan, tapi Menbudpar tidak ubah pendiriannya untuk menolong 21 Group. Tidak ada urusan dengan historisnya Omega pun jalan terus.
Quote:
15. Yang diubah, Omega cuma mengganti direktur, Syaiful Atim, yg dari mantan staf kurir 21. Ia digantikan oleh Ajay Fulwani.
Quote:
16. Pemblokiran Omega Film dulu dilakukan oleh Ditjen Bea Cukai atas dasar karena terbukti bentukan dari pemain lama, maksudnya 21 Group.
Quote:
17. Dengan penunjukan Ajay Fulwani sebagai direktur baru Omega, justru pihak 21 Group menantang, Omega memang perusahaannya.
Quote:
18. Ajay Fulwani adalah putera Fulwani-- importir film tahun 70 an. Ajay tepatnya kemanakan Harris Lesmana, salah satu boss besar 21 Group.
Quote:
19. Pertanyaannya: Bagaimana penyelesaian pembayaran kewajiban pada negara sebesar Rp 250 milyar yg sudah jatuh tempo sejak 12 Maret lalu?
Quote:
20. Rasanya kita pesismis uang negara itu bisa diselamatkan lagi. Meski Jero Wacik katakan urusan itu jalan terus di pengadilan pajak.
Quote:
21. Malah ada indikasi uang negara itu sudah ke laut, dikemplang entah oleh (ide) siapa. PT Camila & Satria Film sudah berganti direksi pula.
Quote:
22. PT Camila & Satria Film mulai diaudit bulan juli 2010. Akhir Desember 2010, seluruh owner yang menjadi direksinya rame mengundurkan diri.
Quote:
23. Yang ditunjuk mengganti karyawan kecil, yang menurut orang dalam kalau dilakukan penyitaan harta, negara hanya dapat sepeda motor & rumah BTN.
Quote:
24. Dari dimensi waktu pergantian, itu terjadi menjelang Ditjen Bea Cukai keluarkan surat penetapan harus membayar bea cukai & denda Rp 250 M.
Quote:
25. Bagaimanapun, paling tidak Kementrian Keuangan & Kementrian Budaya Pariwisata paling bertanggung jawab atas hilangnya uang negara tersebut.
Quote:
26. Kemenkeu & Kemenbudpar pada awal kejadian ini seiring sejalan untuk menegakkan aturan. Namun, di tengah perjalanan, tiba2 mengendor.
Quote:
27. Menjelang ending Kemenkeu kelihatan berusaha kembali berkeras, sedangkan Kemenbudpar langsung memposisikan diri seperti orang dalam 21 Group
Quote:
28. Menurut orang dalam Kemenkeu, mereka dapat tekanan dari pihak2 yang mengaku orang dekat Cikeas. Kita tidak tahu persis siapa mereka itu.
Quote:
29. Sempat disebut-sebut nama Hartati Murdayah Poh, Hatta Radjasa, Dino Patti Jalal. Adapun Jero Wacik berperan sebagai operatornya.
Quote:
30. Saya setuju pada usul untuk mengajukan skandal ini ke KPK. Yang terlibat, semuanya harus bertanggung jawab terhadap hilangnya uang negara.


Bagaimana menurut Anda sekalian? Mana yang lebih penting: Pajak negara Rp 250 Milyar atau film terakhir Harry Potter dan/atau Transformers?



http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9771641

No comments:

Post a Comment